benuanta.co.id, TARAKAN – Perawatan fasilitas Rusunawa dan Rumah Susun di Kota Tarakan dianggap sangat minim. Pasalnya, banyak fasilitas yang rusak dan tidak berfungsi secara maksimal di beberapa unit Rusun dan Rusus.
Dikatakan oleh Kepala UPT Rusunawa dan Rusus, Hj. Saidah bahwa saat ini kerusakan terdapat pada atap yang bocor serta rembes dibeberapa unit Rumah Susun tersebut.
“Rusunawa masih banyak yang belum terisi, kalau Rusus terisi semua, karena kerusakan juga fasilitas nya ada yang bocor sampai rembes gitu,” tuturnya kepada benuanta.co.id, Kamis (9/9/2021).
Padahal capaian Pendapatan Asli Daerah dari Rusunawa dan Rusus sendiri mencapai angka satu milyar lebih pertahunnya. Hal ini juga selalu melebih target dari yang ditetapkan oleh pemerintah Kota Tarakan.
“Pendapatnya PAD itu capai satu milyar lebih, tapi itu gabungan sih antara rusus dan rusunawa, tahun lalu juga melebihi target, insyaallah tahun ini begitu,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk biaya sewa Rusunawa sendiri telah diatur dalam Perwali Nomor 16 Tahun 2015 pun dengan Rusus Perwali Nomor 2 Tahun 2020.
Dalam peraturan tersebut telah ditentukan besaran sewa serta uang jaminannya. Untuk lantai satu hingga dua di Rusunawa dipatok seharga 500 ribu rupiah, lantai 3 475 ribu rupiah, lantai 4 450 ribu rupiah dan lantai 5 425 ribu rupiah.
Berbeda dengan Rusus yang dipatok seharga 700 ada ribu rupiah per unit. “Jadi itu memang sudah ada ketetapannya untuk lantai-lantai berapa yang disewa ada perwali nya juga,” ungkap dia.
Menyoal urusan perawatan unit Rumah Susun Saidah saat ini memahami dan memaklumi jika anggaran pemerintah untuk sekarang memang terdapat skala prioritas.
“Saya itu tetap berusaha anggarkan dan mengusulkan kepemkot tapi ya namanya juga kebijakan ya pasti kan ada yang lebih prioritas,” tegasnya. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor: Ramli







