benuanta.co.id, TARAKAN – Wacana pemerintah pusat mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemik akhir-akhir ini, disambut pandangan positif oleh Komandan Kodim 0907/Tarakan yang menurutnya perlu upaya-upaya mengatasi pandemi Covid-19 dan gaya hidup masyarakat harus mampu beradaptasi.
Dandim 0907/Tarakan, Letkol Inf Eko Antoni Chandra Lestianto mengatakan pihaknya optimis Kota Tarakan mampu menuju endemik Covid-19 dan alami penurunan kasus Covid-19.
“Saya optimis Tarakan bisa memasuki endemik Covid-19 di tahun depan, yang penting dari sekarang vaksinasi harus dioptimalkan, kedisiplinan prokes masyarakat terutama di pintu masuk Tarakan harus tinggi dan mampu beradaptasi dengan kebiasaan baru (Protokol kesehatan),” ungkap dia kepada benuanta.co.id pada Senin, 30 Agustus 2021.
Sosok orang nomor satu di Kodim 0907/Tarakan yang tak lama lagi akan berpindah tugas itu mengakui, berbagai upaya memutus mata rantai Covid-19 telah dilakukannya bersama jajarannya dan seluruh instansi yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Tarakan.
Beber Dandim, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mendukung berbagai kebutuhan penanganan Covid-19 yang sebelumnya ia ajukan.
“Alhamdulillah kami dapat mengadakan vaksinasi 2 dosis untuk masyarakat dan anak, membantu 40 unit oksigen konsentrator, ratusan paket obat Covid-19 untuk rumah sakit dan para prajurit gencar melakukan 3T, pengawasan serta edukasi di masyarakat,” terangnya.
Pihaknya bersyukur dengan adanya upaaya bersama untuk mendukung pemulihan Covid-19, belakangan waktu ini Kota Tarakan sedikit alami penurunan kasus Covid-19.
“Saya memantau kasus Covid-19 pada sekitar bulan Juli hingga pertengahan Agustus awalnya tinggi, kini mulai turun angkanya. Kesembuhan per hari bisa sampai 300 hingga 400, kemudian kasus meninggal setiap hari turun. Semoga kondisi kita semakin membaik dan harus kita jaga bersama,” tutur dia.
Sementara itu, wacana endemik Covid-19 memang kerap disebut oleh banyak peneliti di dunia, termasuk dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Merespon soal endemik, beberapa waktu lalu benuanta.co.id sempat mewartakan bahwa Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara, dr. Franky Sientoro, Sp.A., menyatakan endemik bisa saja terjadi jika vaksinasi digarap dengan serius.
“Ya bisa aja kita jadi endemik kalau imunisasi sudah mencapai 70 persen dimana nantinya akan banyak orang punya kekebalan baik karena imunisasi atau timbul karena pernah Covid,” jelasnya kepada benuanta.co.id, Sabtu 21 Agustus 2021.
Lalu, ia juga menerangkan hal apa yang akan terjadi jika Pandemi ini berubah menjadi Endemi salah satunya flu kembali dianggap sebagai hal yang biasa.
“Kalau endemik biasa-biasa ajalah seperti orang flu itu biasa,” ujar Franky.
Namun, Franky yang juga menjabat sebagai Plt Direktur Utama RSUD Tarakan ini menyatakan keraguan ya untuk menuju masa Endemi di tahun 2022.
“Tidak yakin, kecuali ada vaksinnya kalau ada vaksinnya oke, tapi kita tidak tahu ya sampai haru ini saja penggarapan setahun baru 15 hingga 16 persen untuk vaksinasi Tarakan artinya kita butuh 65 sampai 70 persen lagi untuk punya kekebalan,” tukasnya.
Kendati begitu, dokter spesialis anak ini terus mengingatkan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan untuk melindungi diri dan orang terdekat.
“Untuk masyarakat yang berpergian juga selalu menerapkan prokes karena itu penting jika kembali ke rumah, kalau di rumah ada orang tua anak-anak pasti banyak yang lebih rentan dan dampaknya menjadi resiko besar, terutama yang belum vaksin juga, ayo sama-sama kita melindungi dan menjaga keluarga dan lingkungan,” tutup Franky. (*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Nicky Saputra







