benuanta.co.id, TARAKAN – Wacana pemerintah pusat mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemik akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat publik. Sebelumnya, wacana ini memang kerap disebut oleh banyak peneliti di dunia, termasuk dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Bahkan, pada pekan lalu, Menteri Keuangan Pemerintah tengah mempersiapkan skema pola hidup baru bersama virus corona. Sri Mulyani mengatakan, situasi pandemi Covid-19 saat ini dapat berubah menjadi endemik.
“Kami melihat tahun 2022 pandemi mungkin akan menjadi endemik. Jadi sekarang ini disiapkan langkah-langkah bagaimana Indonesia melakukan penyesuaian terhadap pandemi menuju endemik,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers nota keuangan dan RAPBN 2021, Senin (16/8/2021).
Menanggapi pernyataan menteri keuangan itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara, dr. Franky Sientoro, Sp.A., mengatakan endemik bisa saja terjadi jika vaksinasi digarap dengan serius.
“Ya bisa aja kita jadi endemik kalau imunisasi sudah mencapai 70 persen dimana nantinya akan banyak orang punya kekebalan baik karena imunisasi atau timbul karena pernah Covid,” jelasnya kepada benuanta.co.id, Sabtu (21/8/2021).
Lalu, ia juga menerangkan hal apa yang akan terjadi jika Pandemi ini berubah menjadi Endemi salah satunya flu kembali dianggap sebagai hal yang biasa.
“Kalau endemik biasa-biasa ajalah kayak orang flu itu biasa,” ujar Franky.
Namun, Franky yang juga menjabat sebagai Plt Direktur Utama RSUD Tarakan ini menyatakan keraguan nya untuk menuju masa Endemi di tahun 2022.
“Tidak yakin, kecuali ada vaksinnya kalau ada vaksinnya oke, tapi kita tidak tahu ya sampai haru ini saja penggarapan setahun baru 15 hingga 16 persen untuk vaksinasi Tarakan artinya kita butuh 65 sampai 70 persen lagi untuk punya kekebalan,” tukasnya.
Kendati begitu, dokter spesialis anak ini terus mengingatkan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan untuk melindungi diri dan orang terdekat.
“Untuk masyarakat yang berpergian juga selalu menerapkan prokes karena itu penting jika kembali ke rumah, kalau di rumah ada orang tua anak-anak pasti banyak yang lebih rentan dan dampaknya menjadi resiko besar, terutama yang belum vaksin juga, ayo sama-sama kita melindungi dan menjaga keluarga dan lingkungan,” tutup Franky. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor: Ramli







