benuanta.co.id, TARAKAN – Penggunaan aplikasi Silacak dan Inarisk di Kota Tarakan telah berjalan. Sebelumnya, penggunaan aplikasi Silacak dan Inarisk telah menjadi arahan langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjanjanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat mengunjungi Kota Tarakan Jumat, 6 Agustus 2021 lalu.
Menurut Panglima TNI, tracing kontak erat harus dilaksanakan. Dia meminta para Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus selalu melakukan tracing. Terlebih saat ini ada aplikasi Silacak untuk mempermudah pelaporan kasus konfirmasi positif.
“Optimalkan 3T (Testing, Tracing dan Treatment) dan infokan kasus sesegera mungkin, (agar) mencegah memburuknya kondisi untuk menekan angka kematian di Kaltara,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjanjanto di Lanud Anang Busra Tarakan.
Sementara itu, Komandan Kodim 0907 Tarakan Letkol Inf Eko Antoni Chandra Lestianto mengatakan penggunaan Silacak dan Inarisk telah dilaksanakan oleh Babinsa dan Babinkamtibmas di Bumi Paguntaka. Hanya saja aplikasi tersebut sempat mengalami kendala.
“Penggunaan Silacak terkendala di registrasi, kalau Inarisk berjalan dengan lancar,” ungkapnya kepada benuanta.co.id Rabu, (11/8/2021).
Meski begitu, pihaknya memastikan upaya 3T terus berlanjut dengan aplikasi Inarisk. “Inarisk fungsinya sebagai sistem pelaporan kegiatan di lapangan yang berkaitan dengan 3 T dan penegakkan protokol kesehatan,” imbuhnya
Sekadar informasi, aplikasi Silacak merupakan program penguatan tracing dalam penanganan pandemi Covid-19. Sedangkan aplikasi Inarisk bertujuan untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 dan menyusun strategi pelaksanaan program, kebijakan, serta kegiatan untuk mengurangi risiko bencana Virus Corona.(*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Yogi Wibawa/Ramli







