Surat SWAB Palsu, Kadinkes: Kemungkinan Datang Dari Luar

benuanta.co.id, TARAKAN – Rumor bahkan temuan tentang pemalsuan surat keterangan hasil uji SWAB telah masuk di Kota Tarakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan pastikan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Tarakan masih terkendali.

Kepala Dinkes Tarakan, dr. Witoyo mengatakan, seluruh faskes pantauan dinkes di Kota Tarakan yang disiapkan untuk masyarakat telah memenuhi syarat, khususnya dalam melayani SWAB antigen.

“Faskes yang mengadakan SWAB antigen harus daftar, ada lebih dari 16 di Tarakan, semua sudah terdaftar, sudah dikunjungi, dan persyaratannya sudah ada, telah diijinkan untuk melayani SWAB antigen,” ujar Witoyo kepada benuanta.co.id, Kamis (22/7/2021).

Baca Juga :  BPOM Tarakan Intensifkan Pengawasan Kue Lebaran, UMKM Diminta Cantumkan Label P-IRT

Witoyo menjelaskan, jika dalam perjalanan keluar daerah terdapat laporan pemalsuan, faskes yang bersangkutan akan diundang untuk menemui dinkes.

“kita akan undang, sesuai dengan surat edaran walikota tahun 2021, jika ditemukan pemalsuan bisa ditindak secara hukum,” tegasnya.

Di Tarakan terdapat rumah sakit, klinik, dokter praktek yang melayani SWAB antigen, dari Tarakan seluruhnya terkendali, tidak ada ditemukan pembuatan surat kesehatan palsu.

Baca Juga :  Disdikbud Kaltara Telusuri Video Pelajar SMA yang Asik Nongkrong di Jam Pelajaran

“Kemungkinan surat palsu yang ditemukan di Tarakan berasal dari luar,” sebutnya.

Witoyo menambahkan, hanya ada 3 faskes yang melayani SWAB PCR yakni RSUD, RSUKT, dan RSAL, namun saat ini petugas SWAB RSUKT sedang positif Covid-19, sedangkan RSUD Tarakan juga masih belum bisa.

“Untuk sementara ini SWAB PCR masih mengandalkan RSAL, namun RSAL juga terbatas, Jika ingin melaksanakan perjalanan mendadak dengan syarat PCR, bisa menghubungi KKP Tarakan,” jelas Witoyo.

Baca Juga :  Posko Pengaduan Dibuka, Disperinaker Kawal Hak THR bagi 17 Ribu Pekerja Formal di Tarakan

“PCR sementara masih terbatas, direncanakan ingin ditambah, karena daerah luar kebanyakan syaratnya PCR, tapi kembali ke permintaan kepala daerah masing-masing,” tutupnya.(*)

Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor : Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *