TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, SH.,M.Hum berpesan dengan dilantiknya Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dan Badan Pengurus Cabang (BPC) Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kota Tarakan agar dapat berkontribusi memajukan Kaltara pada umumnya dan Kota Tarakan khususnya.
Pada hari Minggu, 27 Juni 2021 bertempat di Ballroom Kayan Hotel Tarakan Plaza, Drs. Tajuddin Tuwo, M.Si secara resmi mengemban amanah sebagai Ketua KKSS Kota Tarakan melalui momen pelantikan yang turut dihadiri Gubernur Kaltara dan Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes.
Pelantikan BPD KKSS dan BPC IWSS Kota Tarakan diwarnai dengan corak pakaian adat khas Sulsel serta penampilan tari-tarian asal Makassar, Suku Bugis dan Toraja.
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang dalam sambutannya mengapresiasi eksistensi KKSS selama berpijak di tanah rantau. Untuk itu, ia mengingatkan agar KKSS terus merawat kekompakan dan persaudaraan di Bumi Benuanta.
“Dengan dilantiknya pengurus yang baru, saya yakin KKSS mampu menjaga rasa persaudaraan di perantauan dengan tidak melupakan asal dimana kita berada,” ucap Zainal di hadapan Forkopimda dan warga KKSS.

Lanjut Zainal, ia meminta KKSS pro aktif menjalankan tugas dan fungsi sosial di Kota Tarakan dan Kaltara yang beragam suku, ras, agama dan budaya.
“Warga KKSS agar peka dengan keadaan sekitar, menjaga kerukunan dan berkontribusi dalam pembangunan Kaltara yang berubah, maju dan sejahtera,” kata dia.
Melihat Kaltara yang majemuk, Zainal menyebutkan bumi Benuanta yang dipimpinnya sebagai Miniatur Indonesia. Untuk itu, warga KKSS yang tersebar di semua sektor masyarakat dapat memberikan positif kepada banyak orang.
Tidak lupa, ia meminta KKSS turut aktif bersama Pemerintah Provinsi Kaltara dan elemen masyarakat dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.
“Dimana pun warga KKSS berada, sekiranya harus mematuhi protokol kesehatan dan bersungguh-sungguh membantu pemerintah menanggulangi Covid-19 di Kota Tarakan dan Kaltara,” tutup mantan Wakapolda Kaltara itu.(*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli







