TARAKAN – Usia aspal Jalan Aki Balak tepatnya di depan Yonif Raider 613 Raja Alam Tarakan menjadi perhatian warga yang melintas di jalan tersebut belakangan ini. Pasalnya, usia aspal yang baru kurang lebih satu bulan itu sudah mulai berlubang.
Mengantisipasi membesarnya beberapa lubang di jalan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan mengatasinya dengan menambal menggunakan semen. Menurut DPUTR Tarakan, mulai berlubangnya aspal jalan tersebut dikarenakan luapan air hujan dan juga pasir yang meluap hingga ke jalan.
Pantauan benuanta.co.id, terdapat kurang lebih 15 lubang yang mendapatkan penambalan semen di sepanjang jalan. Diterangkan Kepala Bidang Bina Marga, Ir. Abdul Rahim, ST MT pihaknya menjelaskan jalanan tersebut diperbaiki beberapa kali namun berpotensi cepat rusak. Karena luapan pasir dari bukit ketika hujan kemudian banjir meluap sampai ke jalan dan itu menyebabkan jalanan itu cepat rusak.
“Itu disemen supaya tidak cepat rusak aspalnya akibat luapan air dan pasir dari bukit yang menggenangi jalan saat hujan. Selama bukit itu tidak dibenahi, sepertinya sulit kita berbuat maksimal,” ungkap Abdul Rahim kepada benuanta.co.id pada Rabu, 19 Mei 2021.

Selain itu, ia menyatakan penambalan semen di jalan aspal yang mulai berlubang itu tentu memberi keamanan dan keselamatan bagi pengendara yang lewat.
“Kondisi aspal itu semakin lama pasti bergerak akibat air dan tekanan, sehingga dengan cara itu kita memproteksi agar tidak cepat rusak aspalnya. Kalau dalam beberapa bulan kita harus pengaspalan lagi, kan pertimbangkan juga ketersediaan anggaran daerah kita,” sambung dia saat dijumpai diruang kerjanya.
Menurut dia, tidak mudah untuk menangani bukit di samping jalan tersebut yang dinilai sebagai sumber meluapnya pasir ketika hujan mengguyur. Pasalnya, apabila ada penanganan yang berkaitan dengan letak bukit, hal itu menurut dia harus ada pembahasan dan perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tarakan.
Akses jalan harus memberikan keamanan dan keselamatan bagi pengendara, sehingga Pemerintah Kota Tarakan telah menyelesaikan pembangunan drainase yang menelan anggaran kurang lebih Rp5 miliar di awal tahun 2021 lalu. Hingga saat ini, alat berat excavator juga telah bersiap untuk memindai pasir yang menutupi jalan dan drainase ketika hujan mengguyur. (*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Nicky Saputra







