TARAKAN – Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan, optimis hasil budidaya rumput laut di Tarakan akan kembali menggeliat pada tahun ini. Baik dari jumlah maupun harga jual. Sebab, belakangan ini harga rumput laut hasil petani masih dikategorikan anjlok.
Kepala Bidang Budidaya Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tarakan Asmuni mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas rumput laut.
Apalagi beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan harga untuk proses pembudiyaan melalui kajian diakuinya, satu diantaranya memang ada proses penyakit yang disebabkan mikroba.
“Kalau dari dinas kota bagaimana ini bisa meningkat, apakah (melalui) proses pergantian bibit dan kita juga nanti target-target pergantian bibit, itu target kita,” kata Kabid Budidaya Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tarakan Asmuni saat dihubungi benuanta.co.id, Jumat (30/4/2021).
Selain menahan stok rumput laut yang diklaim mampu bertahan hingga kurun waktu dua sampai tiga tahun. Dengan kata lain, menunggu momentum untuk memasarkan ketika harga jual tinggi dinilai terlalu berisiko dilakukan pembudidaya bila dilakukan. Lantaran tak bisa menutupi operasional dan juga biaya hidup sehari-hari.
Alternatif lain mengatasi persoalan harga yang saat ini terjun bebas, Asmuni menyebut pihaknya akan mencoba mencari penerima yang bisa menampung harga maksimal.
“Beberapa teman-teman dari asosiasi dan korporasi kalau difasilitasi itu sebenarnya sudah menstabilkan kondisi harga, itu bisa perlahan-lahan,” sebutnya.
Berdasarkan data pada tahun 2020 lalu. Total produksi rumput laut yang dihasilkan oleh petani Bumi Paguntaka, sematan lain Kota Tarakan, berada diangka 26.000 ton. Tujuan pemasarannya pun masih ke wilayah kota-kota besar di Tanah Air.
Misalnya rumput laut jenis Eucheuma Cottonii yang menjadi primadona di Makassar, Bali, Jakarta, Surabaya dan lainnya. Tentu di tahun ini diharapkan juga kembali mengalami kenaikan yang signifikan.
“Tahun ini data masih kita verif lagi lah, karena data kita juga sinkronkan dengan BKIPM,” tandasnya.(*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Ramli







