TARAKAN – Ketua Komunitas Bebas Sampah (KBS) Tarakan, Wildatul Fauzah mengatakan, pengelolaan sampah adalah solusi yang baik untuk masyarakat dan memberikan dampak yang positif untuk sekitar lingkungan rumah tinggal. Karena dengan adanya pengelolaan, maka sampah yang ada di Tarakan dapat digunakan kembali serta mengurangi terjadinya penyakit pada masyarakat.
Wilda mengatakan, pengelolahan sampah di Tarakan sudah berhasil. Dari berbagai pihak pun sudah mulai peduli akan pentingnya menjaga lingkungan dari ancaman sampah, khususnya sampah plastik.
Baca Juga: Takakura, Program Pengelolaan Sampah Berbasis Rumah Tangga
“Yang menjadi catatan saya, pemerintah perlu memaksimalkan kembali gerakan pilah sampah dari rumah, karena sampah rumah tanggalah yang mendominasi di Tarakan jika kita amati,” ujar Wilda kepada benuanta.co.id, Jumat (05/02/2021).
Dengan berlandaskan Perwali No. 9 Tahun 2019 tentang Pergantian Kantong Plastik dengan Tas Ramah Lingkungan, Wilda membeberkan, indikator Tarakan bebas sampah jika penjual atau swalayan tidak lagi memberi secara gratis kantong plastik untuk para pembeli. Karena dalam pengolaan sampah yang efektif baiknya dikurangi dari sumbernya dari pada mengelola ulang.
Membuat alat pencacah plastik dan alat pelelehan serta percetakan paving dari sampah plastik, sambungnya, di berbagai daerah Tarakan perlu dilakukan sebagai road model memerangi sampah plastik.
“Di KBS sendiri, kami sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat bahwa perlu adanya pengurangan sampah dan memilah antara sampah organik dan anorganik, serta menjelaskan cara pengelolaan sampah yang baik dan benar,” tutup Wilda.(*)
Reporter: Reza Munandar
Editor: M. Yanudin







