TARAKAN – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan merilis capaian kinerja pada tahun 2020. Anggaran BNNK Tarakan selama 2020 senilai Rp 1,8 M dan telah terserap dengan baik melalui program-program.
“Kasie saya bekerja dengan baik jadi serapan baik, anggaran BNNK tidak besar tapi kita berusaha bekerja maksimal, kita melaksanakan pekerjaan sesuai target dan target tercapai,” ungkap Kepala BNNK Tarakan, Dr. Agus Surya Dewi, M.Pd, Rabu (30/12).
Seksi Rehabilitasi BNNK Tarakan, Jupiter mengatakan, target pada lembaga seperti menggelar pelatihan telah tercapai, uji kompetensi 4 lembaga capaian 100 persen.
“Kendala dalam pelaksanaan lemahnya kesadaran masyarakat dalam rehabilitasi, telah dijangkau 5 klien, 40 klien rawat jalan di Yayasan Sekata,” jelas Jupiter.
Kegiatan sosialisasi BNNK untuk mengumpulkan masyarakat dikurangi selama masa pandemi Covid-19, namun kader BNNK tetap bekerja di lapangan.
‘Kader kita yang menjangkau satu orang ke orang lain. Rawat jalan 36 orang target kita 30 orang, rawat inap 15 klien, yang sembuh sudah ada tergantung tingkat ketergantungan mereka. Ada 6 bulan dan 1 tahun, saya dapat laporan 12 orang selesai menjalani rehabilitasi, rata-rata usia produktif,” ujarnya.
Dilanjutkan Muhammad Ali, Koordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Tarakan, menuturkan beberapa kegiatan advokasi, informasi P4GN, membentuk kelurahan Bersinar di Lingkas Ujung, kita launching 24 Desember 2020.
“Kelurahan Bersinar bukan artinya bersih dari narkoba tapi masyarakat sekitar ada komitmen dari pencegahan pengunaan narkoba dan pemerintah daerah memerangi narkoba, jadi bukan nol persen semuanya penyalahgunaan narkoba. Program itu instruksi dari Presiden, di kelurahan itu ada penyuluhan, person to person dari penggiat yang kami bentuk, mereka sebarkan informasi bahaya narkoba,” kata Ali.
Untuk program keurahan Bersinar 2021 terdapat dua kelurahan masih ditunggu BNNK komitmennya. “Kalau sudah ada komitmen laporkan ke kami agar di launching,” timpalnya.
Plt Kasi Pemberantasan BNNK, Hardhiansyah, SH, MH menjelaskan capaian di 2020, kegiatan penyidikan target 3 berkas perkara tindak pidana narkotika, realisasi 5 berkas perkara. 3 perkara sudah vonis dan 2 masih di kejaksaan berkas perkaranya.
“Total barang bukti sabu 258,50 gram, dan barang bukti pendukung lain. Kenapa target semakin sedikit karena kita back up BNNP ya, BNNP juga SDMnya kurang, pengungkapan narkoba di bandara jadi ranahnya BNNP, kenapa mereka karena ranah hukum kita terbatas,” pungkasnya.(*)
Reporter: Ramli







