benuanta.co.id, TARAKAN – Kondisi cuaca di Kota Tarakan dalam beberapa hari ke depan diperkirakan relatif dinamis dengan dominasi cerah hingga cerah berawan pada pagi dan siang hari, namun berpotensi hujan pada malam hingga dini hari.
Forecaster On Duty BMKG Tarakan, Muhammad Hatta Rachim, S.Tr., M. Si., mengungkapkan secara umum cuaca pagi hingga siang cenderung stabil. Ia menyebutkan kondisi tersebut didominasi langit cerah hingga cerah berawan di sebagian besar wilayah.
“Secara umum kondisi cuaca di wilayah Kota Tarakan terpantau cerah hingga cerah berawan pada pagi dan siang hari,” ungkapnya, Senin (6/4/2026).
Meski demikian, potensi hujan ringan tetap ada meskipun bersifat lokal dan tidak merata. Hujan ini diperkirakan terjadi dengan durasi singkat di beberapa titik wilayah. “Berpeluang terjadi hujan ringan dengan skala lokal yang tidak merata di beberapa titik dengan durasi singkat,” jelasnya.
Pada malam hingga dini hari, kondisi cuaca diprediksi mengalami perubahan yang cukup signifikan. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Tarakan. “Pada dini hari berpeluang terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” terangnya.
Ia menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor labilitas atmosfer yang cukup kuat di wilayah Tarakan. Kondisi ini memicu proses konvektif yang lebih intens sehingga meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan.
“Hal ini dikarenakan faktor labilitas atmosfer yang terpantau cukup kuat sehingga mendukung proses konvektif semakin intens,” paparnya.
Dari sisi suhu udara, kondisi cerah pada pagi hingga siang hari turut memengaruhi kisaran temperatur harian. Suhu minimum diperkirakan berada di angka 24 hingga 25 derajat Celsius, sedangkan suhu maksimum mencapai 30 hingga 32 derajat Celsius.
“Suhu udara minimum berkisar antara 24 sampai 25 derajat Celcius dan maksimum 30 sampai 32 derajat Celcius,” paparnya.
Selain itu, tingkat kelembapan udara di Tarakan tergolong tinggi dengan kisaran antara 65 hingga 95 persen. Sementara kecepatan angin relatif ringan hingga sedang, yakni sekitar 5 hingga 10 knot.
“Untuk kelembaban udara berkisar antara 65 hingga 95 persen dengan kecepatan angin 5 hingga 10 knot,” tambahnya.
Dengan kondisi atmosfer yang masih cukup dinamis, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Hal ini penting mengingat dampaknya dapat memicu bencana hidrometeorologi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi,” katanya.
Pengendara kendaraan bermotor juga diingatkan untuk berhati-hati saat terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan.
“Pengendara perlu waspada terhadap hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi pohon tumbang, baliho roboh, genangan air, hingga sambaran petir. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak berteduh di bawah pohon atau bangunan yang rapuh saat hujan deras.
“Hindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh saat hujan disertai angin kencang dan petir,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG melalui berbagai kanal yang tersedia. Hal ini penting untuk mendukung perencanaan aktivitas, terutama perjalanan dan kegiatan luar ruang.
“Masyarakat diharapkan secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG,” tutupnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







