Antisipasi Kemacetan Demonstrasi di DPRD Tarakan, Satlantas Siapkan Sistem Buka Tutup Jalur 

benuanta.co.id, TARAKAN – Aksi demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Gampar (Gerakan Masyarakat Penggugat Amanat Rakyat) pada Senin (6/4/2026) mendapat pengawalan dari pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Tarakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, massa aksi dijadwalkan berkumpul di Gedung KNPI Tarakan sekitar pukul 14.00 WITA, sebelum bergerak menuju Kantor DPRD Kota Tarakan pada pukul 15.00 WITA.

Sementara itu, dari pihak kepolisian mempersiapkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus kendaraan selama kegiatan berlangsung. Hal ini dilakukan agar konvoi aksi tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas di titik-titik yang akan dilewati oleh massa.

Kasatlantas Polres Tarakan, Iptu Ardi Wisnu Pradana menyebut pihaknya siap memfasilitasi jalannya aksi. Ia mengatakan, pengawalan akan dilakukan sejak titik kumpul hingga lokasi tujuan aksi.

“Kami siap untuk memfasilitasi rekan-rekan yang akan menyampaikan aspirasinya. Dari titik kumpul di KNPI, kita siapkan pengawalan menuju Kantor DPRD Kota Tarakan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Selain itu, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan. Sistem buka-tutup jalan maupun pengalihan arus akan diberlakukan jika diperlukan.

“Untuk pelaksanaan nanti, sistem buka-tutup jalur sifatnya situasional. Kita lihat kondisi, baik dari keramaian maupun aktivitas masyarakat, baru kita tentukan langkah selanjutnya,” jelasnya.

Guna mendukung pengamanan tersebut, sebanyak 26 personel dari Satuan Lalu Lintas diterjunkan. Pihaknya akan ditempatkan personel di sejumlah titik strategis yang berpotensi mengalami kepadatan.

Beberapa titik yang menjadi fokus penempatan personel di antaranya Taman Berkampung, Simpang Gita Jalatama, area parkir Simpang Gedung Gadis, Parkiran Cascara, Kantor DPRD, hingga Simpang Milo. Selain itu, jalur dari kawasan THM menuju DPRD juga turut mendapat pengawasan.

Sementara itu, jumlah massa aksi yang diperkirakan hadir masih bersifat sementara. Berdasarkan informasi awal, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 100 orang. Kendati demikian, pihak kepolisian tetap mengantisipasi kemungkinan adanya peningkatan jumlah massa dengan menyiapkan skenario pengamanan yang fleksibel.

“Nanti kita akan melihat situasi di lapangan seperti apa dan kita lihat dari keramaiannya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *