benuanta.co.id, TARAKAN – Pasokan minyak goreng subsidi MinyaKita di Pasar Gusher Tarakan mengalami kekosongan selama sepekan pasca Lebaran. Kondisi ini dikeluhkan pedagang karena tingginya permintaan dari masyarakat yang tidak diimbangi ketersediaan stok.
Salah satu pedagang sembako di Pasar Gusher Tarakan, Haikal, mengungkapkan sejak Lebaran hingga saat ini MinyaKita belum kembali masuk ke pasar.
“Sudah satu minggu pasca lebaran, MinyaKita belum ada masuk lagi,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia menegaskan, sebelum Lebaran, distribusi MinyaKita dari Perum Bulog berjalan rutin setiap pekan. Dalam kondisi normal, pedagang bisa menerima sekitar 50 dus per minggu dan stok tersebut biasanya langsung habis dalam waktu singkat.
Tingginya minat masyarakat terhadap MinyaKita menjadi faktor utama cepatnya perputaran barang. Harga yang terjangkau membuat produk ini menjadi pilihan utama dibandingkan minyak goreng lainnya.
“Banyak yang cari, karena memang lebih murah. Kami jualnya itu sesuai HET-nya, Rp 15.700,” tuturnya.
Namun saat ini, kekosongan terjadi karena stok di tingkat distributor memang tidak tersedia. Hal itu membuat pedagang tidak bisa memenuhi permintaan konsumen.
“Katanya stoknya memang tidak ada di dalam (Bulog),” ungkapnya.
Ia membeberkan, jika persediaan ada MinyaKita dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp15.700 per liter. Namun akibat kekosongan ini, masyarakat terpaksa beralih ke minyak goreng premium yang masih tersedia di pasaran.
Sementara itu, untuk kebutuhan pokok lainnya dipastikan aman. Harga dan pasokan masih relatif stabil seperti sebelum Lebaran. “Yang lain normal semua, stabil. Cuma MinyaKita saja yang kosong,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







