benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan menyiapkan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di kawasan Gunung Selatan sebagai langkah pengawasan terhadap maraknya praktik pembuangan sampah liar.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Tarakan, Yohanes K. Patongloan, mengatakan pemasangan CCTV ditargetkan terealisasi dalam waktu dekat guna memudahkan pemantauan aktivitas di lokasi tersebut.
“Kami upayakan dalam minggu-minggu ini sudah terpasang CCTV. Nanti posisinya kita lihat di lapangan, di mana titik yang tepat supaya bisa kita pantau,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, penggunaan CCTV nantinya juga akan dikoordinasikan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melalui sistem pemantauan yang terintegrasi, sehingga pelanggar yang masih membuang sampah dapat ditindak.
“Artinya kita akan koordinasi dengan Satpol PP, dalam hal pemantauan melalui CCTV itu, bagi masyarakat yang masih sering membuang sampah di Gunung Selatan,” jelasnya.
Langkah ini diambil karena aktivitas pembuangan sampah ilegal di kawasan Gunung Selatan masih terus terjadi. Bahkan, pihaknya hampir tidak dapat menghitung berapa kali DLH harus turun melakukan pembersihan di lokasi tersebut.
Terbaru, DLH kembali melakukan aksi pembersihan setelah ditemukan adanya pembakaran sampah oleh oknum tidak bertanggung jawab. Dalam kegiatan tersebut, dua unit mobil dikerahkan untuk mengangkut sampah dari lokasi.
“Kami bersihkan karena kemarin ada pembakaran oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Ada dua mobil yang kita pakai untuk angkut sampah,” ungkapnya.
Selain pembersihan, DLH juga memasang plang peringatan berupa banner di kawasan tersebut. Hal ini dilakukan guna mengingatkan masyarakat, termasuk pelaku usaha dan toko, agar tidak lagi menjadikan Gunung Selatan sebagai tempat pembuangan sampah.
Yohanes menegaskan, wilayah Gunung Selatan bukanlah tempat pembuangan sampah, melainkan kawasan hutan lindung yang harus dijaga.
Adapun jenis sampah yang kerap ditemukan di lokasi tersebut cukup beragam, mulai dari limbah bongkaran bangunan, kardus-kardus bekas dari toko, hingga sampah rumah tangga seperti ranting. Bahkan, masih ditemukan masyarakat yang membuang sampah dengan cara melempar dari kendaraan bermotor.
“Kadang-kadang orang naik motor langsung lempar sampah. Mungkin dari masyarakat yang tidak ikut membayar iuran-iuran sampah yang sudah di sepakati RT masing-masing. Jadi ini yang sering kami dapat, orang juga naik motor lempar, jadi ini yang perlu kita benahi ke depannya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







