Pencarian Korban Long Boat Bernama Olleng Warga Sebengkok Dilanjutkan

benuanta.co.id, TARAKAN – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan kapal long boat tenggelam di Perairan Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, memasuki hari keempat pada Selasa, 24 Maret 2026. Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan.

Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril, S.E., mengungkapkan operasi hari keempat difokuskan pada perluasan area pencarian berdasarkan evaluasi hari sebelumnya. Ia menegaskan bahwa seluruh tim tetap bekerja maksimal di lapangan.

“Pada hari keempat ini tim SAR gabungan kembali melaksanakan briefing dan bertolak menuju lokasi kejadian untuk melanjutkan pencarian sesuai rencana operasi,” ungkapnya, Selasa (24/3/2026).

Memasuki hari keempat, area pencarian difokuskan pada empat titik koordinat yang telah ditentukan untuk memperluas jangkauan pencarian, yakni titik A di 2°58’50”N 117°32’9”E, titik B di 3°42’27”N 117°32’9”E, titik C di 3°42’27”N 117°51’28”E, dan titik D di 2°58’50”N 117°51’28”E. Tim bergerak dari Kantor SAR Tarakan menuju lokasi dengan jarak tempuh sekitar 17,47 nautical mile atau sekitar dua jam perjalanan laut. Syahril menegaskan strategi ini dilakukan untuk meningkatkan peluang penemuan korban.

“Pencarian dilakukan dengan memperluas area sesuai hasil evaluasi operasi sebelumnya,” jelasnya.

Data terbaru, satu korban atas nama Sudirman (48) telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga dan telah dievakuasi ke Puskesmas Pulau Bunyu serta diserahkan kepada pihak keluarga. Syahril menegaskan proses penanganan korban telah dilakukan sesuai prosedur.

“Korban atas nama Sudirman telah ditemukan, dievakuasi, dan diserahkan kepada keluarga di Tarakan,” imbuhnya.

Sementara itu, satu korban lainnya atas nama Olleng (49), warga Sebengkok, hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan. Berbagai unsur yang terlibat, termasuk Basarnas Tarakan, Polairud Polda Kalimantan Utara, Pos TNI AL Bunyu, KPLP Bunyu, UPP Bunyu, serta masyarakat, terus bersinergi dalam operasi ini. Syahril menegaskan bahwa pencarian akan terus diupayakan secara maksimal.

“Kami masih terus melakukan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan,” katanya.

Dalam pelaksanaan operasi, tim SAR didukung oleh sejumlah peralatan seperti Rescue Dimex, rigid inflatable boat (RIB), perlengkapan medis, dan alat komunikasi. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah tanpa hambatan berarti, sehingga mendukung proses pencarian di lapangan. Syahril menegaskan bahwa kondisi ini dimanfaatkan secara optimal oleh tim.

“Cuaca yang cerah sangat membantu tim dalam melaksanakan pencarian hari ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syahril menerangkan operasi SAR memiliki standar waktu pelaksanaan selama tujuh hari. Apabila dalam kurun waktu tersebut korban belum ditemukan, maka operasi akan dihentikan sementara dengan kemungkinan dibuka kembali jika ada informasi baru.

“Sesuai standar operasi SAR, pencarian dilaksanakan selama tujuh hari dan dapat dibuka kembali apabila ada laporan atau tanda-tanda keberadaan korban,” tutupnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *