Jelang Imlek 2026, Warga Tionghoa Mulai Padati Kelenteng

benuanta.co.id, TARAKAN – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, antusiasme masyarakat Tionghoa di Kota Tarakan terus meningkat. Ratusan umat bergantian mendatangi kelenteng untuk beribadah dan mengucapkan rasa syukur.

Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Kota Tarakan sekaligus pengurus Kelenteng Toa Pek Kong, Ayi Dianto, mengatakan jumlah umat yang datang cukup banyak menjelang Imlek.

“Kurang lebih ada sekitar 600 keluarga yang datang secara bergantian untuk bersembahyang. Jadi meskipun ramai, suasananya tetap tertib dan tidak terlalu penuh,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Baca Juga :  312 Personel Gabungan Disiagakan, Kepolisian Diminta Proaktif Selama Pelayanan Operasi Ketupat

Menurutnya, sejak sebulan sebelum Imlek, umat sudah rutin datang ke kelenteng untuk berdoa dan mengucapkan rasa syukur atas perjalanan hidup selama setahun terakhir.

“Mereka datang untuk mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah melewati tahun sebelumnya dengan lancar, sekaligus menyambut tahun baru yang akan datang,” jelasnya.

Sementara itu, pengurus harian kelenteng, Hendi Gunawan, menyampaikan peningkatan kunjungan terjadi seiring memasuki akhir bulan dalam kalender lunar tahun 2025.

“Saat ini sudah memasuki akhir bulan penanggalan lunar. Dalam dua hari terakhir, cukup banyak warga Tionghoa datang ke kelenteng untuk mengucapkan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perbuatan Asusila di Taman Oval Ladang, Satpol PP: Bisa Sanksi Tipiring

Hendi menjelaskan, kegiatan ibadah ini merupakan bagian dari persiapan menyambut Tahun Baru Imlek 2026. Selain itu, ini merupakan ungkapan syukur dan pertanda untuk lembaran baru.

Ia mengungkapkan, kelenteng dibuka setiap hari mulai pukul 05.30 Wita hingga sekitar pukul 19.00 Wita. Namun, khusus pada tanggal 15 Imlek, waktu operasional diperpanjang hingga pukul 22.00 Wita.

Baca Juga :  Posko Pengaduan Dibuka, Disperinaker Kawal Hak THR bagi 17 Ribu Pekerja Formal di Tarakan

“Biasanya sampai jam 7 malam, tapi khusus hari ini kami tutup jam 10 malam,” ungkapnya.

Persiapan Imlek telah dilakukan sejak satu setengah bulan sebelumnya, mulai dari kegiatan bersih-bersih hingga dekorasi kelenteng agar lebih indah.

Hendi menambahkan, puncak perayaan Imlek 2026 diperkirakan akan berlangsung pada malam tanggal 16 Imlek.

“Itu biasanya menjadi puncak perayaan Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa di Tarakan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *