Masyarakat Tarakan Keluhkan Aktivitas Bongkar Muat di Badan Jalan Protokol 

benuanta.co.id, TARAKAN – Aktivitas bongkar muat mobil besar pengangkut kontainer di sejumlah ruas jalan protokol Tarakan mulai menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, kendaraan besar itu kerap berhenti dalam waktu yang cukup lama di badan jalan saat menurunkan barang sehingga menimbulkan kemacetan.

Pantauan di beberapa titik, aktivitas tersebut terlihat di sepanjang Jalan Yos Sudarso, Jalan Diponegoro hingga Jalan Kusuma Bangsa. Kendaraan kontainer bahkan memakan setengah badan jalan, terutama di depan toko-toko besar.

Seorang pengendara, Sujiman, mengaku resah ketika harus melintas di jalur tersebut. Ia menilai keberadaan mobil besar yang berhenti di badan jalan bisa mengancam keselamatan pengguna jalan lain.

Baca Juga :  Zakat Profesi Jadi Penyumbang Terbesar di BAZNAS Tarakan

Belum lagi, kata dia, kemacetan makin parah ketika bongkar muat dilakukan bertepatan dengan jam sibuk. “Kondisi jalan sudah macet, malah tambah bongkar muatan di pinggir jalan. Selain membuat kemacetan juga membahayakan pengguna jalan,” ucap Anes, warga Tarakan lainnya.

Menurutnya, lebih tepat jika aktivitas bongkar muat dilakukan di gudang penyimpanan dan bukan di depan toko. Ia mencontohkan mobil jasa ekspedisi yang biasanya langsung membongkar barang dari pelabuhan ke toko, padahal hal itu memperparah kemacetan.

Baca Juga :  Bandara Juwata Tarakan Buka Posko Angkutan Lebaran 2026

“Kalau saya lihat, biasanya mereka dari pelabuhan langsung ke toko, bongkar di depan toko pas jam macet. Harusnya di gudang mereka saja, jangan di pinggir jalan karena bikin macet,” ungkapnya.

Anes juga menyoroti faktor lain yang menambah padat lalu lintas, yaitu kendaraan yang parkir di tepi jalan. Ia berharap ada tindakan tegas dari pihak terkait agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

“Kalau bisa ada tindakan dari pihak terkait. Itu sudah nyata tiap pagi di Yos Sudarso, mereka langsung bongkar bahan bangunan dan sembako masuk toko. Harusnya masukkan ke gudang supaya tidak bikin macet jalan,” tambahnya.

Baca Juga :  Delapan Pos Disiapkan untuk Antisipasi Puncak Arus Mudik Lebaran di Tarakan

Ia pun memberikan masukan agar pemerintah menetapkan aturan waktu bongkar muat. Paling tidak, aktivitas itu tidak dilakukan saat jam kerja atau jam anak sekolah berangkat. “Toko besar pasti ada gudangnya. Setidaknya kalaupun mereka tidak punya gudang, jangan bongkar pas jam sibuk orang beraktivitas,” tutupnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *