26 Hektare Lahan Terbakar di Tarakan dalam Sepekan Terakhir

benuanta.co.id, TARAKAN — Dalam sepekan terakhir, Provinsi Kalimantan Utara tercatat mengalami satu kejadian bencana berdampak signifikan berdasarkan data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia

Kepala BPBD Kota Tarakan, Yonsep, berdasarkan data yang dibagikan oleh BNBP Indonesia, peristiwa tersebut adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 26 hektare yang terjadi di Kota Tarakan pada 30 Juli 2025.

Meski telah berhasil dipadamkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan kewaspadaan tetap harus dijaga.

“Kondisi kebakaran yang terjadi di Kota Tarakan saat ini sudah padam, namun potensi kebakaran kembali tetap ada, mengingat musim kemarau masih berlangsung,” jelasnya, Selasa (5/8/2025).

Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Kebakaran di Tarakan menjadi satu-satunya kejadian bencana di Kalimantan Utara selama periode 24 hingga 31 Juli 2025 yang masuk dalam kategori berdampak signifikan secara nasional.

“Dalam infografis resmi BNPB, kejadian ini tertulis dengan keterangan: “Kota Tarakan 30/7, 26 ha lahan terdampak, Kondisi Mutakhir: Padam,” ungkapnya.

Yonsep menjelaskan titik api cepat terdeteksi berkat laporan warga, dan langsung ditangani oleh tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD, TNI, Polri, dan relawan masyarakat.

“Kerja cepat dan kolaborasi di lapangan sangat menentukan keberhasilan pemadaman,” katanya.

Tidak ada korban jiwa atau kerusakan rumah dalam peristiwa ini. Namun, dampak ekologis akibat kebakaran tetap menjadi perhatian.

BPBD mengingatkan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar sangat rentan memicu kebakaran yang lebih luas.

“Kami tegaskan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan membakar, meskipun terlihat kecil,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, BPBD tetap suaga dalam rangka mengantisipasi karhutla hingga bencana lain. Selain itu, juga memperkuat patroli di wilayah rawan.

Edukasi kepada masyarakat juga digencarkan untuk mencegah terjadinya pembakaran lahan ilegal.

“Kami tidak menunggu kebakaran berikutnya terjadi. Pencegahan dan kesadaran masyarakat adalah kunci,” tandasnya.

Dengan potensi cuaca kering masih berlanjut di Kalimantan Utara, BPBD terus meningkatkan kesiapsiagaan agar bencana seperti kebakaran hutan dan lahan tidak kembali terjadi secara meluas.

BPBD berharap seluruh lapisan masyarakat dapat terlibat aktif menjaga kelestarian lingkungan dan keamanan wilayah. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *