Jasad Pria di Jalan Slamet Riyadi Disebut Punya Riwayat Penyakit Paru-paru

benuanta.co.id, Tarakan – Ibu dari jasad pria yang ditemukan di RT 8 Jalan Slamet Riyadi berinisial RTB, tak berdaya menyaksikan jasad anaknya terbaring di kamar. Diberitakan sebelumnya, RTB ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya ke luar daerah pada 25 Juni 2023 lalu. Setelah dilakukan visum, diduga RTB sudah tak bernyawa sepekan lalu.

Saat diwawancarai benuanta.co.id, Sukarminah Ibu dari RTB mengaku saat tiba di rumah ia sedikit heran sekeliling rumahnya terlihat kotor. Sehingga ia meminta ponakannya untuk membeli cairan pel untuk membersihkan sekeliling rumahnya.

“Waktu itu juga kakaknya sempat taruh uang di tanggal 11 Juni, Tapi tidak ketemu. Ya kemungkinan di tanggal 12 itu sudah tidak ada,” ucapnya, Selasa (18/7/2023).

Baca Juga :  Pawai Takbiran di Tarakan Berjalan Lancar, Lalu Lintas Terkendali

Ia juga sempat heran, lantaran saat tiba di rumah RTB tak terlihat. Dikatakan Sukarminah, RTB selalu menyambutnya ketika baru tiba dari luar daerah untuk sekedar membawakan barang. Namun, saat itu ia berpikir bahwa anaknya itu tengah berisitirahat di kamar. Dilanjutkannya, RTB memang terbiasa di rumah sendirian, lantaran orang tuanya yang sering berpergian ke luar daerah. Sehari sebelum ditinggal ke luar daerah, RTB terlihat masih sehat.

Berita Terkait : 

“Saat buka pintu itu kunci kan ada dititipkan juga ke tetangga. Jadi pas masuk kok sepi-sepi saja. Saya berpikir positif saja. Kemudian ponakan itu bilang lapar dan saya suruh beli sate,” lanjutnya.

Baca Juga :  Muhammadiyah Tarakan Gelar Salat Id, Tekankan Toleransi di Tengah Perbedaan Idulfitri

Lanjut dia, Sukarminah meminta kepada ponakannya untuk ke lantai dua memanggil RTB yang saat itu hendak diajak makan bersama. Hal mengejutkan terjadi, ponakannya menyebut terdapat mayat yang terbaring di kamar RTB.

“Katanya ada mayat. Di situ belum sadar kalau mayat itu RTB, katanya ada darah bergumpal. Lalu saya ikut naik setelah salat magrib. Pas saya buka pintu saya kaget dan tidak bisa apa-apa. Sudah membiru juga,” imbuh dia.

Disinggung menyoal aroma tak sedap, ia juga tak berpikiran bahwa anaknya itu telah tiada. Ia mengira, aroma tak sedap dari dalam rumahnya adalah bangkai tikus yang belum dibersihkan. Kepribadian RTB sendiri, disebutkan Sukarminah anaknya merupakan sosok yang pendiam. RTB yang tak banyak berbicara dan menjawab pertanyaan seperlunya juga memiliki riwayat penyakit paru-paru dan magh. Ia sudah meminta kepada RTB untuk berobat, lantaran ia khawatir anaknya yang sempat muntah darah.

Baca Juga :  Polres Tarakan Ingatkan Aturan Keselamatan Berkendara saat Merayakan Idulfitri

“Saya ajak berobat juga tidak mau. Palingan minum jamu saja yang tradisional itu,” sebut dia.

Saat inipun, RTB telah dikebumikan pada Selasa, 18 Juli 2023 pagi tadi. Ia juga mengatakan hasil visum mendiang anaknya tidak terdapat luka sehingga diduga ia meninggal karena sakit yang dideritanya.

“Tidak ada luka juga. Saya temukan itu tidak ada apa-apa disebelahnya. Cuma rokoknya saja di sebelahnya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *