benuanta.co.id, TARAKAN – Mempermudah dalam menjaring pelaku tindak pidana kejahatan, Polri membentuk Polisi RW. Tugas pokok dari Polisi RW ini adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat atau Harkamtibmas yang akan dilaksanakan di wilayah lingkup terkecil.
Adapun penerapannya, di Kota Tarakan sudah mulai terbentuk di dua kecamatan yakni Kecamatan Tarakan Timur dan Tarakan Tengah dengan total 20 RW yang juga didominasi wilayah pesisir.
Dikatakan Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona, program utama Polri saat ini hendak menyisir kejahatan ke level yang lebih bawah.
“Sebelumnya ada Babinkamtibmas itu ada di satu kelurahan atau desa. Nah ini Polisi RW, polisi yang sebenarnya ada di fungsi-fungsi lain, tapi kita tugaskan di RW ini. Tujuannya tentu untuk mendengar (keluhan) lebih cepat,” bebernya saat dikonfirmasi, Ahad (9/7/2023).
Ia melanjutkan dengan adanya Polisi RW ini respons terhadap keluhan dan permasalahan dari masyarakat bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Dalam pengaplikasiannya, polisi yang ditugaskan dilingkup RW juga dibekali dengan poin-poin mengenai keamanan dan ketertiban.
“Kemudian nanti yang melaksanakan ya bersama-sama dengan masyarakat,” lanjutnya.
Perwira melati dua itu juga mengharapkan adanya kesadaran masyarakat mengenai ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, polisi dengan jumlah yang cukup banyak juga tak ada artinya jika masyarakat pasif dalam menjaga lingkungannya.
Penerapan Polisi RW di lingkungan Polres Tarakan inipun sudah berjalan sebulan terakhir dan telah dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) dari Mabes Polri.
“Evaluasinya memang pelan-pelan kita akan tambah jumlahnya (polisi). Kalau saat ini belum bisa memang kita terapkan pada semua RW yang ada di Tarakan. Ya kendalanya memang keterbatasan jumlah personel kita,” imbuh Kapolres.
Wilayah Tarakan Timur dan Tengah sendiri diketahui terdapat area pesisir yang rawan tindak kejahatan peredaran gelap narkotika. Sehingga Polisi RW juga menjadi langkah pihak kepolisian untuk sosialisasi edukasi ke kampung nelayan untuk langkah pencegahan. Terlebih, banyak nelayan yang dimanfaatkan dalam peredaran narkotika ini.
“Ya peredarannya kan di tambak, di wilayah pesisir juga. Kalau kita semua punya kesadaran kamtibmas semuanya aman pasti,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







