Memasuki Tahun Ajaran Baru, Disdik KTT Harap Pembagian Sistem Zonasi Merata

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Memasuki tahun ajaran baru Dinas Pendidikan (Disdik) Tana Tidung mulai mensosialisaikan sistem zonasi kepada setiap sekolah yang berada dalam naungan Disdik Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Meski sistem zonasi siswa ini, telah berjalan sejak tahun 2019 lalu, sesuai dengan yang telah diatur oleh Kementrian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) RI, namun di tahun 2022 ini Disdik KTT berupaya agar penerapan sistem zonasi tidak merugikan peserta didik maupun pihak Sekolah.

Baca Juga :  Ekonomi Desa Terpukul, Masyarakat Minta PT PMJ Segera Beroperasi Lagi

“Kita tidak ada masalah dengan sistem zonasi ini, karena telah berjalan sejak lama. Hanya saja kali ini kita ingin penerapannya lebih efisien,” kata Johansyah, Kabid Pembinaan dan Pendidikan Dasar, Disdik KTT. Saat ditemui benuanta.co.id, Selasa 14 Juni 2022.

Efisien merata yang dimaksudkan oleh Johansyah ialah penerapan sistem zonasi juga harus dapat diterapkan dengan cara pembagian peserta didik yang adil terhadap Sekolah. Hal ini dilakukan agar tidak ada penumpukan dan kekosongan peserta didik pada suatu sekolah.

Baca Juga :  Ekonomi Desa Terpukul, Masyarakat Minta PT PMJ Segera Beroperasi Lagi

“Misalnya di sekolah 1 peserta didik barunya ada 28 dan di sekolah lain Cuma ada 8. Maka sebagian peserta didik di sekolah 1 harus kita alihkan, agar terlihat merata dan efisien bagi proses pembejalaran peserta didik di sekolah,” ujarnya lagi.

“Tapi pemerataan ini tetap kita lakukan di zona sekolah yang saling berdekatan dan hal ini kita lakukan karena jumlah peserta didik kita di KTT, tidak banyak seperti daerah lain,” bebernya.

Baca Juga :  Ekonomi Desa Terpukul, Masyarakat Minta PT PMJ Segera Beroperasi Lagi

Sedangkan untuk penerapannya sendiri, Johansyah mengaku masih mensosialisasikannya terhadap pihak-pihak sekolah, agar pada saat tahun pembelajaran baru dimulai, semua pihak sekolah dapat menerapkannya dengan baik, termasuk tata cara penulisan ijazah sekolah.

“Kalau jadwal sebenarnya sudah ada, tapi kita harus sosialisasi dulu agar pihak sekolah juga dapat menyampaikan pendapat terkait kesiapan penerapan sistem zonasi ini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Osarade
Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *