Studi Siswa STTD, Penertiban Jalan Satu Arah Sulit di Tana Tidung

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – 5 bulan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ternyata cukup membuat para siswa-siswa Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) memahami permasalahan transportasi darat yang ada di Kabupaten Tana Tidung.

Salah satu perwakilan siswa-siswi STTD tingkat IV yang ditemui oleh benuanta.co.id, Naldiansyah Maulana mengatakan saat ini ada banyak permasalahan transportasi darat yang ada di KTT.

Namun diantara semua permasalahan itu, jalur satu arah yang ada di Pusat Pemerintahan (Puspem) saat inilah yang paling disorot oleh siswa STTD.

“Karena kendala berkendara dan kendala masyarakat juga kebanyakan di lintas satu jalur yang ada di Jalan Jendral Sudirmas, Jalan Perintis dan Jalan Tana Abang itu,” kata remaja yang akrab disapa Maulana, Jumat 03 Juni 2022.

Menurut Maulana ruas kelebaran jalan dengan tingkat kepadatan ditambah dengan kurangnya kesadaran masyarakat, membuat lintas satu arah itu sulit diterapkan yang akhirnya membuat resiko kecelakaan menjadi lebih tinggi.

“Tapi hal inikan hanya sementara saja, ke depan saya yakin permasalah ini dapat diperbaiki, mengingat semuanya butuh proses,” ujarnya.

Maulana menjelaskan, saat ini permalasahan lintas jalur satu arah memang belum terlalu terasa dampaknya. Namun seiring dengan bertambahnya kendaraan yang ada di KTT, maka lintas jalur satu arah itu bisa menjadi masalah yang makin sulit teratasi.

“Rambu lalu lintas, kelebaran jalan dan jumlah kepadatan kendaraan sebenarnya belum bisa diberlakukan aturan itu. Tapi disisi lain jika tidak diberlakukan juga akan semakin kacau lalu lintas perkotaan KTT. Makanya selama disini kita terus melakukan kajian untuk mengatasi permasalahan itu,” terangnya.

Disisi lain Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung, Herson mengakui kalau saat ini penerapan sulitnya lintas jalur satu arah memang masih sulit dilakukan. Oleh karena itu, pihaknya pun terus berbenah dengan menempatkan sejumlah petugas Dishub untuk melakukan penertiban lintas jalur satu arah itu.

“Selalu kita tugaskan petugas kita untuk menertibkan lintas jalur satu arah itu, karena memang ada waktu-waktu tertentu yang membuat masyarakat sering melakukan pelanggaran, padahal hal itu sangat berbahaya bagi keselamatan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *