benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Masih manfaatkan liburan akhir tahun 2021, beragam cara masyarakat menghabiskan waktu liburnya. Seperti memadati spot-spot destinasi ekowisata Hutan Sosial yang berada di Desa Kujau, Kabupaten Tana Tidung (KTT).
Menyajikan petualangan di dalam hutan sejuk, membuat ekowisata kebanggaan Pemrintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi warga lokal.
Dila, salah satu wisatawan lokal mengaku senang bisa menghabiskan waktu akhir pekan dengan nuansa berbeda.
“Asik aja di sini temanya alam dan seperti camping ala-ala anak pramuka gitu. Jadi enak lah kalau bersantai di sini,” kata Dila kepada benuanta.co.id, Ahad (2/1/2022).
Selain itu, Frank, wisatawan lainnya menyebut sengaja datang ke Hutan Sosial Kujau ini dengan membawa rombongan keluarga. Menurutnya, Hutan Sosial Kujau sangat cocok dijadikan tempat untuk berlibur bersama keluarga.
“Banyak spot untuk bersantai di sini. Baru di sini juga menyediakan tempat santai untuk kita yang datang beramai-ramai. Jadi enak lah kalau liburan disini,” ungkap Frank.
“Mau bakar ikan, tempat pembakarannya sudah ada dan baru mancing tempat pemancingan ikannya juga sudah ada,” tambahnya.
Di samping keindahan alam hutan yang memanjakan mata, Frank juga memuji kebersihan yang ada di tempat wisata ini. Terlebih kebersihan fasilitas yang ada di Hutan Sosial Kujau, membuat wisatawan nyaman berlibur.
“Fasilitas umumnya bersih lah dan semuanya lengkap. Apalagi kebersihannya juga dijaga, jadi kita merasa nyaman kalau liburan di sini,” tandas Frank.
Selain Hutan Sosial Kujau, destinasi lain yakni wisata air terjun Gunung Rian juga menjadi tempat favorit wisatawan lokal dan wisatawan luar daerah KTT.
Salah satu wisatwan lokal yang ditemui benuanta.co.id, Andre mengatakan dirinya yang merupakan warga asli KTT sudah sering berkunjung ke Gunung Rian.
Andre mengaku tidak bosan untuk menghabiskan waktu liburan di Gunung Rian, karena panorama alam yang dimiliki Gunung Rian, begitu memanjakan mata.
“Rumah saya kan di Desa Rian Rayo, jadi sudah sering lah kalau ke sini dan memang sebagai warga KTT kita harus bangga punya Gunung Rian,” kata Andre.

Tak hanya wisatwan lokal, Dzul yang merupakan warga Kabupaten Bulungan juga mengakui hal yang sama. Bahkan dirinya sengaja datang ke KTT hanya untuk menikmati suasana liburan ke Gunung Rian.
“Saya datangnya ramai-ramai sama teman dan memang sejak dulu ingin ke sini. Meski jauh perjalanannya dan jauh juga mendaki kepuncaknya. Tapi kita semua puas lah, karena semua lelah terbayarkan dengan nuansa alamnya, khususnya air terjunya,” ujar Dzul.
Meski mengaku puas dengan pemandagan alam Gunung Rian. Dia menyayangkan atas kurangnya perhatian terhadap fasilitas umum yang ada di Gunung Rian. Selain kotor, beberapa fasilitas umum seperti WC juga tidak dapat digunakan karena tidak adanya wadah air yang ada di dalam WC.
“Padahal kan air terjun. Jadi lucu aja kalau WC-nya malah tidak dialiri air,” tutupnya. (*)
Reporter : Osarade
Editor : Yogi Wibawa







