benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Apel gelar pasukan dalam rangka kesiapsiagaan darurat kebakaran hutan dan lahan telah dilaksanakan di Kodim 0914 Tana Tidung pada, Selasa pagi (5/8/2025). Kegiatan ini juga dihadiri oleh instansi terkait diantaranya TNI/POLRI, Damkar, BPBD, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan Polhut daerah Tana Tidung.
Dandim 0914 Tana Tidung, Letkol Arm Florensius Ferdian Ricarda, mengatakan saat ini kondisi geografis telah memasuki musim kemarau, memang di Tana Tidung belum terlihat tapi di beberapa daerah tetangga seperti Kalimantan Selatan sudah terdapat hotspot api dan juga terjadi kebakaran lahan.
“Maka dari itu perintah dari komando atas untuk dalam rangka pencegahan, juga mencegah terjadinya kebakaran,” kata Dandim.
Dia menambahkan kegiatan ini dilaksanakan juga berkaca dari kejadian tiga hari lalu dimana terjadi kebakaran lahan yang cukup besar di wilayah Tana Tidung, sehingga perlunya ditindaklanjuti bagaimana caranya untuk bisa berkolaborasi.
“Berbagi informasi itu juga sangat penting, karena tidak semua orang tahu, kejadian kemarin saja kita lambat mendapatkan informasi karena tidak ada yang memberitahu,” tambahnya.
Pasca kebakaran lahan diharapkan masyarakat bisa memberitahukan kepada pihak terkait agar bisa dilakukan pengawasan selama proses pembakaran, diketahui bahwa daerah Tana Tidung membakar lahan sudah menjadi tradisi masyarakat saat ingin membuka lahan baru.
“Jadi kalau sudah dilapor paling tidak kita bisa mengantisipasi adanya kebakaran,” tukasnya.
Sebanyak 150 petugas dikerahkan dalam simulasi pemadaman api pada lahan yang terbakar. Dandim menuturkan kegiatan ini bertujuan untuk personil agar mengetahui fungsi masing-masing apa saat terjadi kebakaran, melakukan tugas sesuai dengan porsinya.
“Akan kita bentuk nanti tim piket yang akan menjaga setiap harinya 24 jam paling tidak 100 orang setiap harinya, dari Kodim 10, Polres 10, dan yang lain jadi kalau ada 10 bagian jadinya 100 orang,” katanya.
Kapolres Tana Tidung, AKBP Eko Nugroho S.I.K, menambahkan simulasi ini juga melatih anggota untuk melaksanakan tugasnya sesuai jobdesk “siapa berbuat apa” Damkar memadamkan api, kepolisian mengamankan jalur, Dinkes melakukan pengamanan korban, dan lainnya.
“Pada intinya kegiatan ini untuk melatih kolaborasi dan sinergi kita dalam mencegah dan menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, dan kita tidak hentinya menghimbau serta memberikan sosialisasi ke masyarakat agar tidak membakar hutan secara liar,” pungkasnya. (*)
Reporter: Kurniawin
Editor: Ramli







