benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Polres Tana Tidung berupaya untuk melaksanakan evakuasi Kapal KM. Mulya Jaya bermuatan sawit dengan berat 10 ton, yang tenggelam di perairan muara sungai bebatu bersama pihak PT. Mulia Agro Utama (MAU) selaku perusahaan pemilik kapal tersebut.
Kapolres Tana Tidung, AKBP Eko Nugroho S. I. K, mengatakan Tim nya bergerak ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) laka sungai kemarin untuk menentukan titik koordinat kapal agar bisa di evakuasi.
“Jadi kita bersama pihak PT. MAU dan korban laka sungai kemarin empat orang pergi ke TKP untuk menentukan titik koordinat, namun terhalang arus air yang deras sehingga menghambat evakuasi,” kata Kapolres Tana Tidung, Rabu (16/7/2025).
Dia menambahkan, selain arus air yang deras, bahan utama kapal yang terbuat dari kayu juga menjadi hambatan, karena dapat berpindah mengikuti arus air membuat kapal tersebut dapat bergeser dari lokasi awal ke lokasi yang tidak bisa ditebak.
“Kemarin sudah simpan pelampung nya tuh di titik koordinat kejadian, tadi pagi pas di cek pelampungnya ternyata bergeser lagi,” tambahnya.
Hal ini juga menimbulkan banyak pertimbangan, jika dipaksakan untuk mengambil kapal tersebut dari dasar sungai membutuhkan biaya yang besar, dan jika ingin menyelam untuk menyangkut kan kapal agar bisa di tarik tidak memungkinkan, diketahui wilayah perairan sungai masih banyak hewan buas (Buaya).
“Kita mengantisipasi bangkai kapal itu timbul karena jika nantinya mengapung dapat menghambat operasional kapal yang lain, jadi ini agak sulit juga,” tukasnya.
“Setelah dari TKP kemarin anggota pergi ke kediaman korban sekaligus memberikan bantuan bahan pokok berupa beras, minyak, telur dan lainnya, setidaknya kita bisa membantu sedikit untuk para korban,” pungkasnya. (*)
Reporter: Kurniawin
Editor: Ramli







