benuanta.co.id, TARAKAN – Pemeriksaan CT Scan Cardiac di RSUD dr. H. Jusuf SK kini menjadi salah satu layanan Prima dalam menilai kondisi jantung secara cepat, akurat, dan detail.
Pemeriksaan ini dinilai mampu mendeteksi kelainan pembuluh darah koroner lebih dini, sehingga membantu dokter menentukan langkah terapi yang tepat tanpa menunggu kondisi memburuk.
Kepala Ruang Radiologi RSUD dr. H Jusuf SK, Muhlis, S.Tr.Kes, menjelaskan CT Scan Cardiac merupakan pemeriksaan pencitraan jantung menggunakan teknologi Computed Tomography (CT) 128 Slice yang dilengkapi aplikasi khusus cardiac imaging untuk menghasilkan gambar resolusi tinggi.
Ia menyebut aplikasi pemindaian jantung ini memungkinkan sistem untuk menangkap fase-fase tertentu dari siklus pergerakan jantung dengan penggunaan alat monitor EKG sehingga gambar lebih detail dan minim artefak.
“Prinsip kerja alat ini adalah memadukan sinar-X berputar cepat dengan sistem detektor sensitif serta software rekonstruksi jantung, sehingga dapat memindai organ jantung hanya dalam hitungan detik,” ungkapnya, Sabtu (15/11/2025).
Lebih lanjut, Muhlis menyampaikan CT Scan Cardiac biasanya digunakan untuk memeriksa kondisi pembuluh darah koroner, mendeteksi plak, penyempitan, hingga kelainan jantung bawaan.
“Biasanya pemeriksaan ini untuk skrining deteksi dini penyakit jantung koroner, terutama pada pasien dengan keluhan nyeri dada, sesak, atau faktor risiko seperti kolesterol tinggi,” jelasnya.
Menurut Muhlis, ada kondisi tertentu yang membuat pasien harus menunda pemeriksaan, terutama apabila denyut jantung masih tinggi. Ia menegaskan bahwa penundaan dilakukan demi menjaga kualitas gambar agar tidak blur dan hasil tetap akurat.
“Heart rate rata-rata untuk pemeriksaan CT Cardiac 72 bpm. Kalau heart rate di atas 80 bpm, pemeriksaan ditunda dulu sampai turun, namun ada kalanya tetap dilakukan jika ada persetujuan antara radiolog, DPJP dan radiografer.” katanya.
Terkait proses pemeriksaan, Muhlis menjelaskan pemindaian sebenarnya sangat cepat, hanya sekitar 10 detik. “Yang lama itu pemantauan kondisi EKG pasien, karena pada pasien kita pasang dulu elektroda di beberapa titik di bagian dada untuk memastikan pembacaan detak jantung masih di angka 60 – 80,” ujarnya.
Ia menegaskan pemeriksaan ini menjadi primadona karena satu-satunya di Kalimantan Utara (Kaltara) yang menyediakan CT Scan khusus jantung. “Untuk CT Scan Cardiac ini hanya ada di RSUD dr. H Jusuf SK ini, sehingga menjadi layanan unggulan dan primadona yang sangat membantu masyarakat,” bebernya.
Muhlis juga turut meluruskan pemahaman masyarakat terkait perbedaan CT Scan Cardiac dan Cathlab. Ia menegaskan kedua pemeriksaan ini bukanlah pilihan yang bisa dibandingkan, tetapi prosedur yang saling melengkapi.
“CT Cardiac dan Cathlab itu berbeda. CT Cardiac atau CT Angio lainnya untuk diagnosis, sedangkan cathlab untuk tindakan pembukaan sumbatan. Jadi misalnya sebelum cathlab sebaiknya pasien melakukan CT Angio dulu agar tahu letak flak dan jalur masuknya kateter,” paparnya.
Dari segi pembiayaan pemeriksaan ini ditanggung oleh BPJS, sedangkan untuk pasien umum biayanya sebesar Rp 3.500.000. Ia menambahkan teknologi ini mampu memberikan detail pembuluh darah dengan tingkat akurasi yang tinggi, sehingga dokter dapat memahami kondisi jantung tanpa harus memasukkan alat ke dalam pembuluh darah seperti pada tindakan invasif.
“Masyarakat yang mempunyai keluhan nyeri dada yang mengarah ke jantung bisa mengakses pemeriksaan ini, dan BPJS sudah menanggungnya agar pelayanan jantung lebih terjangkau,” tukasnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Radiologi RSUD dr. H Jusuf SK, dr. Nyoman Gunawan, Sp.Rad, menjelaskan persiapan sebelum pasien melakukan pemeriksaan. Pasien biasanya diminta puasa selama 6 jam, menghindari kafein, serta mengatur denyut jantung dengan obat tertentu jika diperlukan.
“Kami pastikan pasien dalam kondisi stabil sebelum masuk ruang CT. Setelah itu prosesnya cepat, aman, dan sangat minim risiko,” tegasnya.
Salah satu indikasi utama dokter menyarankan CT Scan Cardiac adalah ketika pasien datang dengan keluhan nyeri dada yang tidak jelas atau tidak spesifik. dr. Nyoman menjelaskan banyak pasien mengaku merasakan sakit di dada tetapi tidak bisa menggambarkan seperti apa rasanya serta tidak tahu di bagian mana, sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi pembuluh darah jantung.
Ia mengatakan nyeri dada yang tidak khas ini tetap berpotensi terkait penyempitan pembuluh darah, sehingga pemeriksaan CT Scan Cardiac sangat penting untuk deteksi dini.
“Sering kali pasien hanya bilang ‘sakit saja di dada, tidak tahu seperti apa sakitnya’, dan itu sudah cukup menjadi alasan untuk kita curigai adanya masalah pada arteri koroner,” terangnya.
dr. Nyoman menyampaikan harapannya agar masyarakat lebih sadar pentingnya deteksi dini kesehatan jantung. Ia memastikan layanan ini terus dikembangkan sebagai bagian dari peningkatan pelayanan jantung terpadu di Kaltara.
“Harapan kami, masyarakat tidak menunggu gejala berat dulu. Pemeriksaan CT Cardiac ini bisa mencegah tindakan invasif yang tidak perlu dan mendeteksi penyakit lebih awal,” ujarnya.
Perkembangan fasilitas diagnostik seperti CT Scan Cardiac memberikan peluang besar untuk menekan angka penyakit jantung di Kaltara. Pemeriksaan cepat, aman, terjangkau, serta mampu memberikan informasi detail membuat layanan ini sangat penting bagi pasien yang membutuhkan evaluasi kesehatan jantung secara komprehensif. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







