benuanta.co.id, TARAKAN — RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan kini menyediakan layanan pemeriksaan Cephalometri, salah satu metode radiologi yang digunakan untuk menganalisis bentuk dan struktur tulang wajah.
Pemeriksaan ini menjadi tahap awal penting sebelum tindakan medis di bidang kedokteran gigi dan ortodontis, seperti pemasangan behel, rekonstruksi tulang wajah, atau operasi rahang untuk estetika.
Kepala Ruang Radiologi RSUD dr. H. Jusuf SK, Muhlis, S.Tr.Kes, menjelaskan bahwa Cephalometri adalah pemeriksaan rontgen khusus yang memperlihatkan gambaran bentuk cephalo (kepala) secara menyeluruh termasuk bentuk dan susunan gigi dan rahang dari aspek lateral.
“Cephalometri digunakan untuk melihat garis antara tulang kepala (dahi), tulang hidung (nasion) rahang atas, rahang bawah dan gigi dari sisi samping wajah. Dari hasil itu, dokter bisa merencanakan metode atau tindakan lanjutan dalam hal rekonstruksi ataupun pemasangan behel,” ungkapnya, Senin (10/11/2025).
Menurutnya, prinsip kerja Cephalometri menggunakan pancaran sinar-X yang diarahkan ke kepala pasien dalam posisi tertentu (lateral). Proses pemindaian ini menghasilkan gambar dua dimensi yang menunjukkan proporsi wajah dan rahang secara akurat.
“Pasien diminta berdiri tegak di dekat detektor, lalu sinar-X akan memancar dan mengattenuasi bagian kepala dari samping untuk menampilkan gambar bentuk wajah secara lateral (dari samping),” jelasnya.
Pemeriksaan ini biasanya dilakukan sebelum tindakan lanjutan seperti pemasangan behel, operasi rahang, atau tindakan ortodonti lainnya. Hal ini karena Cephalometri memberikan informasi penting dalam hal pengukuran titik-titik tertentu pada tulang wajah, dahi, tulang hidung, rahang dan gigi dengan membuat garis khayal sebagai panduan dalam perencanaan tindakan selanjutnya.
“Cephalometri ini proses awal sebelum tindakan selanjutnya. Jadi dokter bisa tahu apakah posisi gigi dan rahang pasien sudah ideal atau perlu dikoreksi,” katanya.
Muhlis menyebut, pemeriksaan Cephalometri banyak digunakan dalam bidang estetika gigi dan wajah, terutama untuk perencanaan pemasangan behel atau perawatan yang bertujuan memperbaiki bentuk wajah.
“Biasanya pasien yang akan pasang behel diwajibkan melakukan Cephalometri supaya dokter ortodonti bisa menentukan arah dan jarak pergeseran gigi yang tepat,” imbuhnya.
Selain itu, keunggulan Cephalometri terletak pada ketepatan hasil gambarnya yang bisa digunakan untuk pengukuran. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengukur sudut, jarak, dan proporsi antara rahang atas, rahang bawah, serta posisi gigi terhadap tulang tengkorak.
“Kelebihannya, hasil foto Cephalometri bisa digunakan untuk pengukuran yang akurat, sehingga membantu dokter menentukan rencana tindakan yang sesuai,” terangnya.
Cephalometri juga membantu dokter memantau hasil perawatan dari waktu ke waktu. Dengan membandingkan hasil foto awal dan akhir, dokter dapat menilai keberhasilan perawatan ortodonti atau bedah wajah.
“Foto Cephalometri bisa digunakan untuk membandingkan perubahan struktur wajah pasien sebelum dan sesudah perawatan,” ujarnya.
Dari sisi layanan, pemeriksaan Cephalometri di RSUD dr. H. Jusuf SK telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan, sehingga pasien peserta BPJS tidak perlu membayar biaya tambahan. Namun, bagi pasien umum, tarif pemeriksaan sebesar Rp200.000.
“Untuk pasien umum biayanya dua ratus ribu rupiah, sedangkan peserta BPJS ditanggung penuh,” tandasnya.
Dengan hadirnya layanan ini, RSUD dr. H. Jusuf SK memperkuat fasilitas radiologi gigi dan wajah yang menunjang diagnosis di bidang estetika dan ortodonti. Pemeriksaan Cephalometri diharapkan membantu dokter memberikan perawatan yang lebih akurat, baik untuk tujuan medis maupun estetika. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







