benuanta.co.id, TARAKAN – RSUD H. Jusuf SK terus memperkuat layanan bedah mulut dan maksilofasial dengan dukungan tenaga ahli dan fasilitas modern.
Berbagai kasus kompleks mulai dari bibir sumbing, celah langit-langit, kista, tumor, cedera rahang akibat kecelakaan, hingga pencabutan gigi pada pasien dengan penyakit sistemik kini dapat ditangani secara komprehensif tanpa perlu dirujuk keluar kota.
Dokter spesialis bedah mulut dan maksilofasial RSUD H. Jusuf SK, drg. Maria Montessory, Sp.BMM., M.Ked. Klin., menjelaskan beragam kasus operasi di bidang mulut dan rahang kini menjadi layanan yang tersedia. Tindakan tersebut meliputi operasi bibir sumbing, celah langit-langit, kista, tumor, hingga pencabutan gigi dengan tingkat kesulitan tinggi.
“Di sini sudah bisa ditangani, mulai dari kasus ringan sampai kasus operasi yang sangat rumit,” jelasnya, Rabu (1/10/2025).
RSUD H. Jusuf SK ini juga melayani pasien dengan kondisi medis penyerta seperti diabetes mellitus maupun hipertensi. Penanganan pasien dengan penyakit sistemik dilakukan secara hati-hati dengan protokol medis ketat.
“Kalau pasien memiliki penyakit sistemik, kami tetap bisa lakukan tindakan,” katanya.
Selain itu, pasien dengan trauma tulang rahang akibat kecelakaan lalu lintas, cedera olahraga, maupun perkelahian juga dapat ditangani melalui operasi rekonstruksi. “Banyak pasien yang masuk dengan cedera rahang karena kecelakaan, dan tindakan rekonstruksi dapat kami lakukan,” bebernya.
Dari sisi administrasi, pasien bisa menggunakan jalur umum maupun BPJS. Karena statusnya sebagai rumah sakit rujukan, pasien tetap harus mendapatkan rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti Puskesmas, klinik pratama, atau dokter gigi BPJS sebelum ditangani di RSUD Tarakan.
“Prosedurnya tetap lewat rujukan dulu, baru kemudian ditangani di sini,” tegasnya.
Layanan semakin optimal dengan dukungan tenaga medis spesialis yang lengkap, mulai dari dokter gigi anak, periodonsia (gusi), hingga tim bedah mulut dan maksilofasial. Fasilitas operasi memadai untuk tindakan, termasuk operasi bibir sumbing maupun operasi tulang rahang.
“Alat sudah bisa menunjang, jadi tidak perlu lagi pasien dirujuk keluar kota untuk operasi besar di bidang ini,” tuturnya.
Dalam bidang bedah mulut dan maksilofasial, cakupan layanan tidak hanya sebatas pencabutan gigi atau pembedahan sederhana. Menurut drg. Maria, ada lingkup lebih luas yang juga ditangani, yakni ROMA (Rekonstruksi Onkologi Maksilofasial), MAKFILA (Maksilofasial Fraktur dan Luka), serta Temporomandibular Joint Disorder (gangguan sendi rahang).
“Cakupan ini lebih luas lagi, khususnya untuk kasus operasi berat dan rumit,” tukasnya.
Penjelasan lebih rinci mengenai istilah tersebut disampaikan oleh Dokter Subspesialis Bedah Mulut dan Masilofasial RSUD H. Jusuf SK, drg. Deni Herdianto, Sp.B.M.M., Subps.T.M.T.MJ (K), ia menegaskan ROMA berfokus pada rekonstruksi dan pengobatan tumor di area mulut dan rahang, sementara MAKFILA menangani patah tulang wajah akibat trauma.
Sedangkan temporomandibular joint disorder terkait gangguan pada sendi rahang yang bisa menimbulkan nyeri dan kesulitan mengunyah. “Bedah mulut dan maksilofasial itu bukan hanya soal cabut gigi, tetapi mencakup seluruh tindakan medis di area mulut, rahang, dan wajah,” ungkapnya.
drg. Deni juga menekankan tantangan di bidang bedah mulut dan maksilofasial sangat besar karena menyangkut fungsi vital mulut, rahang, dan wajah. “Ini bukan sekadar cabut gigi, tetapi menyelamatkan fungsi mulut, rahang, dan wajah pasien agar kembali normal,” ungkapnya.
Banyak pasien dengan kasus temporomandibular joint disorder yang datang mengeluhkan nyeri kronis, dan penanganan tersebut hanya bisa dilakukan oleh spesialis. Dalam praktiknya, ia juga sering menghadapi operasi dengan tingkat kesulitan yang tinggi, mulai dari rekonstruksi rahang akibat tumor ganas hingga trauma parah pascakecelakaan.
“Setiap tindakan memang kompleks serta butuh penanganan yang sangat serius,” imbuhnya.
Dengan keberadaan dokter spesialis dan subspesialis berpengalaman, RSUD H. Jusuf SK kini menjadi salah satu pusat layanan kesehatan di Kalimantan Utara yang mampu menangani kasus bedah mulut dan maksilofasial dengan mumpuni. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







