benuanta.co.id, TARAKAN – Layanan bedah jantung di RSUD dr. H. Jusuf SK menunjukkan perkembangan signifikan. Sejak pertama kali digelar, rumah sakit ini telah menangani sembilan pasien dengan hasil yang memuaskan.
Seluruh pasien yang telah dioperasi dilaporkan dalam kondisi baik, tanpa keluhan, dan tetap menjalani kontrol lanjutan di poli bedah jantung maupun poli jantung.
Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Aziz B., Sp.PK, menuturkan program bedah jantung akan kembali dilaksanakan pada bulan September. Ia menambahkan rumah sakit menargetkan empat operasi pada tahun ini, dengan kemungkinan operasi keempat dilaksanakan pada bulan Desember.
“Insya Allah bulan sembilan ini, antara pertengahan atau akhir September, kita akan lakukan kegiatan bedah jantung lagi,” jelasnya, Senin (25/8/2025) lalu.
dr. Budy menegaskan, layanan bedah jantung di RSUD dr. H. Jusuf SK dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. “Pelayanan ini gratis bisa menggunakan BPJS, dan bisa juga pakai asuransi lainnya, misalkan BRI Life, BNI Life atau asuransi yang dimiliki pasien,” jelasnya.
Untuk program nasional, target awalnya hanya dua pasien, namun pihak rumah sakit siap melayani hingga empat pasien. “Tidak menutup kemungkinan kita bisa melayani lebih banyak, melihat kebutuhan yang ada,” tambahnya.
Dari sisi tenaga medis, RSUD dr. H. Jusuf SK sudah memiliki dokter spesialis jantung sendiri yang bertugas di rumah sakit. Namun, dr. Budy mengakui pihaknya masih membutuhkan pendampingan dari rumah sakit rujukan besar.
“Tahun ini kita sudah punya dokter sendiri, tapi tetap butuh pendampingan dari RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda, RS Kariadi Semarang dan RS Jantung Harapan Kita Jakarta,” terangnya.
Kehadiran dokter mitra tetap diperlukan untuk memastikan kualitas layanan dan keselamatan pasien. Meski perkembangan layanan semakin baik, tantangan yang dihadapi rumah sakit masih cukup besar. Salah satunya adalah masih adanya keraguan masyarakat terhadap operasi jantung di RSUD dr. H. Jusuf SK.
“Memang pasiennya masih bisa dibilang belum terlalu percaya dan cenderung skeptis. Tapi bisa kita berkaca dari sembilan pasien yang sudah kami tangani, semuanya dalam kondisi baik,” ungkapnya.
Dari sisi fasilitas, RSUD dr. H. Jusuf SK telah memiliki ICU, ruang bedah, dan sejumlah peralatan untuk mendukung operasi jantung. Namun, dr. Budy menyebut dalam pelaksanaan kegiatan, pihaknya masih membutuhkan tambahan peralatan dari mitra rumah sakit lain.
“Kita sudah punya beberapa aset untuk bedah jantung. Tapi karena kegiatan pasti melibatkan lebih dari satu pasien, biasanya kita juga membawa peralatan bantuan dari luar,” lanjutnya.
dr. Budy menambahkan, setiap tahapan penanganan pasien jantung dilakukan dengan pengawasan ketat. Hal ini dilakukan untuk menjamin kelancaran operasi dan meminimalisir risiko.
“Alur pelayanan kita jaga sekali, baik dari persiapan pasien, pengawasan ICU, hingga peralatan yang digunakan. Insya Allah bisa berjalan dengan lancar,” tuturnya.
Lebih jauh, pihak rumah sakit berharap agar ke depan bisa sepenuhnya mandiri dalam melaksanakan bedah jantung tanpa lagi membutuhkan pendampingan dari rumah sakit mitra.
“Harapan kita tahun depan sudah bisa mandiri. Jadi semua tenaga medis dan fasilitas bisa benar-benar dari rumah sakit kita sendiri,” pungkasnya.
Dengan perkembangan ini, RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan menegaskan komitmennya menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di wilayah utara Kalimantan. Pelayanan bedah jantung yang dulunya hanya bisa diakses di kota besar, kini semakin dekat dan bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Kalimantan Utara dan sekitarnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







