benuanta.co.id, TARAKAN – RSUD dr. Jusuf SK berkolaborasi dengan Kemenag Kota Tarakan, dalam melaksanakan program layanan penguatan spiritual bagi pasien yang sedang menjalani perawatan.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendampingi proses pengobatan medis dengan dukungan rohani dari berbagai penyuluh agama, sehingga pasien dapat merasakan ketenangan sekaligus semangat dalam menghadapi sakit.
Koordinator Pelayanan Rumah Sakit, Agus Ambar Riyanto, menjelaskan latar belakang kegiatan tersebut adalah upaya memberikan pengobatan yang menyeluruh, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara rohani. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara usaha medis dengan kekuatan doa agar pasien lebih kuat menerima proses penyembuhan.
“Pengobatan spiritual ini sangat penting agar ada penguatan secara rohani, sehingga obat-obatan yang masuk bisa bekerja dengan baik,” jelasnya, Selasa (26/8/2025).
Agus menambahkan kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan suasana damai di lingkungan rumah sakit. Dengan hadirnya para penyuluh agama, pasien diharapkan merasakan kebahagiaan serta dukungan moral.
Menurutnya, rumah sakit bukan hanya identik dengan kesakitan, tetapi juga dapat menjadi tempat ibadah. “Kami ingin mengubah stigma bahwa rumah sakit hanya tempat orang sakit, padahal bisa juga menjadi tempat ibadah,” ujarnya.
Kegiatan penguatan spiritual ini rutin dilaksanakan setiap hari Selasa dan Rabu pada minggu pertama hingga minggu keempat setiap bulan. Agus menjelaskan, program ini telah berjalan empat kali dan akan terus berlangsung sesuai kontrak kerja sama selama tiga tahun ke depan dengan RSUD Jusuf SK Tarakan.
“Kegiatan ini rutin dilaksanakan sesuai kontrak tiga tahun ke depan bersama RSUD Jusuf SK,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, seluruh pasien yang ada di rumah sakit memperoleh pelayanan spiritual sesuai dengan agama masing-masing. Penyuluh agama dari Kementerian Agama Tarakan turut hadir untuk mendampingi pasien. Agus menegaskan pelayanan ini bersifat inklusif dan diberikan tanpa perbedaan.
“Semua pasien mendapatkan perlakuan serupa sesuai dengan agamanya,” tukasnya.
Penyuluh Agama Buddha, Rudy Pratama, menuturkan ketenangan batin sangat dibutuhkan oleh pasien untuk mempercepat proses kesembuhan. Ia berharap kegiatan ini terus berjalan dan memberi dampak positif bagi pasien yang dirawat.
“Ada pepatah, pikiran yang tenang dan bahagia dapat memberikan semangat pada pasien,” ujarnya.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam, Andi Abdan Hafez, menyampaikan doa yang dipanjatkan selalu ditujukan agar pasien diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian. Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran spiritual sebagai makhluk ciptaan Tuhan.
“Kalau manusia itu identiknya sebagai hamba, maka harus selalu ingat kepada Tuhannya,” terangnya.
Dari sisi umat Kristen, Penyuluh Agama, Anda Donga, berharap pelayanan rohani ini dapat memperkuat iman pasien. Ia menilai, kekuatan iman menjadi bagian penting dalam mendampingi pengobatan medis yang dijalani pasien.
“Kami berharap pelayanan ini bisa menjadi berkat dan menguatkan pasien yang sakit,” tandasnya.
Melalui kolaborasi ini, RSUD Jusuf SK dan Kemenag Tarakan diharapkan pasien dapat merasakan keseimbangan antara pengobatan medis dan spiritual. Dengan dukungan para tokoh agama, rumah sakit menargetkan terciptanya lingkungan yang menenangkan dan penuh kedamaian bagi seluruh pasien. (adv)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







