benuanta.co.id, TARAKAN – Mengatasi pasien dengan penyakit ginjal tahap akhir, RSUD dr Jusuf SK menyediakan 2 layanan penanganan kesehatan. Meski tidak bisa disembuhkan, namun penanganan penyakit ginjal tahap akhir di RSUD mengganti fungsi ginjal.
“Ada 3 modalitas untuk terapi ginjal. Cangkok ginjal, CAPD dan cuci darah atau hemodialisis,” ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD dr. Jusuf SK, dr. Gusti Hariyadi Maulana, MSc, Sp.PD-KGH.
Dari tiga modalitas itu, RSUD dr Jusuf SK mampu mengerjakan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) dan Hemodialisis atau cuci darah. Untuk cangkok ginjal sendiri, pihaknya hanya mampu menyediakan pendonor yang disiapkan langsung oleh pasien.
Sedangkan penanganan CAPD, dikatakan dr. Gusti, pasien dipasangkan selang permanen di dalam perut dan setiap 6 jam sekali dimasukan cairan. Proses ini dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien.
“Dikerjakan di rumah oleh pasien boleh, di kantor boleh. Yang penting ditempat tertutup dan bersih. itu ada beberapa pasien yang sudah kita kerjakan,” katanya.
Dalam penerapan 2 penanganan medis untuk pasien dengan penyakit ginjal akut, RSUD dr. H JSK tentu dilengkapi dengan alat yang canggih. Pasien pun tak perlu khawatir, BPJS Kesehatan dapat digunakan untuk mendapatkan pelayanan medis ini.
“Alatnya sudah terstandar. Lengkap, mandiri juga,” sebutnya.
Kemudian dokter dan perawat yang menangani, ditegaskannya sudah berpengalaman dan terlatih. Sehingga penanganan pada pasien ginjal tidak perlu dikhawatirkan.
Ke depan, pihaknya juga mencanangkan untuk penanganan cangkok ginjal. Tetapi, dalam penyediaan modalitas cangkok ginjal diperlukan tim kesehatan yang cukup banyak. Namun, tak terburu-buru RSUD masih bisa merujuk cangkok ginjal ke rumah sakit luar daerah.
“Kalau di Kaltara, mungkin cuci darah sudah bisa di Nunukan, Malinau dan Bulungan juga. Tapi kalau CAPD itu hanya RSUD dr Jusuf SK,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Yogi Wibawa







