Rektor UBT Prof. Adri Patton Mengundurkan Diri

benuanta.co.id, TARAKAN – Rektor Universitas Borneo Tarakan memberikan klarifikasi terkait orasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UBT pada saat kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dilaksanakan.

Dalam orasinya BEM UBT menuding Rektor UBT, Prof. Dr. Adri Patton mendukung salah satu calon gubernur dan menjadi pasangannya dalam pencalonan.

Terkait hal tersebut, Prof. Dr. Adri Patton mengungkapkan ia sama sekali tidak pernah memihak calon manapun. Ia menegaskan dirinya tidak pernah membuat dan mengirimkan flyer tersebut kepada siapapun.

“Partai pun belum mengusung saya. mengenai flyer yang tersebar itu, saya sebagai Prof. Dr. Adri Patton tentang politik saya tidak pernah mengirimkan flyer kepada siapapun. Bisa saja mahasiswa atau siapapun yang punya kepentingan,” ujarnya usai melaksanakan upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI di lingkungan UBT, Sabtu (17/8/2024).

Baca Juga :  Tiket Lambelu H-3 Lebaran Sudah Ludes, PELNI Siapkan Bukit Siguntang

Ia pun merasa sedih dengan tindakan yang dilakukan BEM UBT. Menurutnya, hal tersebut dapat dibicarakan secara baik-baik tanpa harus melakukan orasi dihadapan mahasiswa baru yang sedang melaksanakan PKKMB.

“Saya terima kasih kepada mahasiswa saya tapi ke depan sebenarnya yang ingin saya sampaikan itu harusnya tidak dilakukan di depan PKKMB datanglah ketemu saya. Tidak ada satupun hal yang tidak bisa diselesaikan dengan komunikasi tetapi kalau dilakukan dengan hal-hal seperti begitu sebagai, manusia saya merasa sedih,” jelasnya.

Baca Juga :  Kesadaran Urus Akta Kematian di Tarakan Belum Optimal

Hal tersebut ia ungkapkan karena ia sama sekali tidak pernah mendeklarasikan dirinya untuk maju dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan diselenggarakan bulan November nanti. Dikatakan Prof. Dr. Adri Patton, pencalonan merupakan ranah Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahkan sekarang belum ada satupun calon yang mendaftarkan diri ke KPU.

Tak hanya itu saja, ia pun mengabulkan permohonan dari BEM UBT untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Ia mengakui pengunduran dirinya pun saat ini telah disetujui.

“Saya mulai hari ini sudah diterima usulan saya atas permintaan mahasiswa BEM. Saya seorang kesatria ketika saya dituduh mendukung salah satu calon sementara calon itu belum ada kalian harus tahu konstitusi calon itu ditetapkan oleh KPU. saya selaku Rektor saya belum ditetapkan oleh KPU tetapi karena menuntut kesatria saya tunjukkan bahwa saya sudah mengajukan permohonan pengunduran diri dari Rektor saya jadi atau tidak jadi di politik, saya kembali ke Universitas Mulawarman,” tegasnya.

Baca Juga :  Gempa M7,2 Guncang Utara Sabah, Terasa hingga Nunukan dan Tarakan

“Karena permintaan BEM saya laksanakan itu walaupun belum saatnya saya mengundurkan diri tapi karena diminta Saya tunjukkan yang penting saya telah berbuat yang terbaik untuk Kaltara khususnya UBT saya telah melaksanakan pembangunan sumber daya manusia ada ribuan di Kaltara,” pungkasnya.(*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *