Partai Berkarya akan Menempuh Jalur Hukum untuk Menjadi Peserta Pemilu

benuanta.co.id, SULSEL – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia telah mengumumkan 17 partai politik sebagai peserta Pemilu 2024. Namun Partai Berkarya sebagai peserta Pemilu 2019 dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Meski demikian partai besutan Tommy Soeharto tersebut tidak menyerah. Bahkan akan menempuh langkah hukum dengan melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas putusan KPU RI.

Di mana Partai Berkarya dinyatakan tidak lolos verifikasi administrasi melalui Sistem Informasi Partai Politik (Sipol).

“Sesuai ucapan KPU bahwa jika ada yang tidak puas bisa melangkah tahap selanjutnya, proses hukum. Jadi Partai mengambil langkah hukum,” kata Sekretaris Partai Berkarya Sulsel, Ferdi Andi Lolo melalui sambungan telepon, Kamis, (15/12).

Baca Juga :  Sekolah Garuda di Kaltara Dinilai Bisa Menggerakkan Ekonomi Daerah

Dia menegaskan, walaupun telah mengumumkan Partai Berkarya bukan peserta Pemilu 2024, namun kader di Sulawesi Selatan masih solid dan satu komando.

“Kader di seluruh Indonesia masih menunggu lagi upaya hukum. Kan masih menunggu batasan KPU sampai pendaftaran berakhir. Kalau di Sulsel sekitar 10 Anggota Dewan, masih satu komando dan menunggu keputusan pusat,” tegas Ferdi.

Dia mengaku, pasca keputusan KPU menggugurkan Berkarya sebagai peserta Pemilu, rayuan terhadap kader dari partai lain untuk bergabung mulai berdatangan. Khususnya kader Berkarya di Sulsel yang duduk di kursi legislatif.

Baca Juga :  Rahmawati Minta Perusahaan KIHI Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

“Mereka sudah dirayu oleh beberapa partai politik yang lolos parlemen. Bagi kader yang ingin pindah partai tidak ada larangan. Tapi konsekuensinya bagi kader yang di DPRD jika ingin pindah akan di PAW,” ungkapnya.

“Dan kami di Sulsel masih solid menunggu keputusan DPP. Kami juga masih intens komunikasi pengurus Berkarya baik pusat maupun di daerah,” tandasnya.

Sementara Anggota DPRD Makassar dari Partai Berkarya, Nasir Rurung mengakui, dengan tidak lolosnya partai tempatnya bernaung, ia secara otomatis mulai membangun komunikasi bersama parpol lain.

“Insyaallah setelah pengumuman KPU terkait tak lolosnya partai Berkarya sebagai peserta Pemilu 2024, saya akan membangun komunikasi pada partai peserta Pemilu 2024,” katanya.

Baca Juga :  Pemerintah Tunda Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza

Hanya saja dia masih menunggu langkah dari partainya ke depan. Namun kata dia, beberapa partai sudah membuka ruang untuk bergabung.

“Sudah ada beberapa partai yang mengajak. Tapi tentu saya harus pikirkan bersama tim kami,” tandasnya.

Diketahui, dalam proses tahapan Pemilu, Partai Berkarya tidak lolos verifikasi administrasi dan tidak mengikuti verifikasi faktual. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang juga telah mempersilakan kadernya jika ingin hengkang.(*)

Penulis: Akbar

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *