benuanta.co.id, NUNUKAN – Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Nunukan gelar blusukan pergerakan dengan tema Peran Pemuda Dalam Partisipasi Pengawasan Pemilu Tahun 2024, pada Ahad, 6 November 2022.
Ketua PMII Nunukan Faisal, menyampaikan kegiatan ini akan berlangsung pada malam ini dengan menghadirkan nasumber Ketua Bawaslu Nunukan Moch. Yusran, dan Ikatan Alumni PMII Nunukan, Suriadi.
“Pemuda kita ini akan sangat membantu meminimalisir konten konten negatif dalam dunia digital seperti hal nya berita hoaks isu sara dan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ikatan Alumni PMII Nunukan, Suriadi mengatakan, peran pemuda secara garis besarnya ada dua yakni harus terlibat aktif sebagai pelaku politik. Dalam artian mencalonkan diri sebagai anggota legislatif maupun eksekutif, sedangkan kedua yaitu terlibat sebagai bagian dari kekuatan civil soceity atau ekuatan masyarakat dalam rangka mengawasi berjalannya pemilu secar adil dan beradab sesuai aturan dan norma yang berlaku.
“Peran pemuda hari ini adalah harus menjadi bagian penting dari elemen pengawasan, karena pemuda memiliki value besar untuk bergerak. Utamanya generasi muda bisa dikatakan mereka adalah generasi yang aktif berinteraksi pada dua dunia yakni dunia maya dan nyata,” kata Suriadi, kepada benuanta.co.id.
Lanjut dia, tentu hal tersebut menjadi indikator kenapa pemuda sangat strategis untuk memahami perannya dalam rangka pengawasan.
Terpisah Ketua Bawaslu Nunukan, Moch. Yusran, menyampaikan peran pemuda dalam partisipasi pengawasan pemilu tahun 2024, sangat penting. Sebab angka pemilih di usia 17 hingga 30 tahun sangat besar dan menentukan.
“Pemuda selalu menjadi tonggak perubahan, bahkan cikal bakal berdirinya NKRI itu di pelopori pemuda, melalui sumpah pemuda. Pemuda sudah berbicara Indonesia, sebelum Indonesia sebagai negara berdiri,” ungkap Moch. Yusran.
Di satu sisi, kata Moch. Yusran, pemuda khususnya pemilih pemula masih rentan digiring dalam praktik-praktik politik kontraproduktif. Dia juga mencontohkan kebencian SARA dan hoaks.
“Jika bicara tentang pemuda, berarti bicara tentang masa depan bangsa, artinya bicara tentang pemilih muda maka sama artinya kita bicara masa depan demokrasi, regenerasi kepemimpinan,” jelasnya.
Oleh alasan-alasan itulah, penting mendorong pemilih muda dan khususnya pemilih pemula untuk melek dalam politik. Terlebih pemuda juga yang akan lebih merasakan bagaimana arah kebijakan bangsa ini ke depan. Sehingga porsi besar pendidikan politik kepada pemilih muda sangat penting dan sama halnya bangsa ini sedang berinvestasi membangun masa depannya.
Selain itu Moch. Yusran juga mengapresiasi pergerakan PMII Cabang Nunukan, meskipun di perbatasan mereka dapat menghayati secara kongkrit perannya sebagai pemuda dalam mengadakan kegiatan blusukan pergerakan.
“Artinya kegiatan-kegiatan seperti ini keberlanjutan estafet perjuangan pemuda hari ini, dalam mengisi kemerdekaan, khususnya mengawal pemilu untuk lahirnya pemimpin yang dapat mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat perbatasan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







