benuanta.co.id, TARAKAN – Mantan Anggota DPR RI asal Kaltara periode 2014-2019, dr. Ari Yusnita dikabarkan hengkang dari Partai Nasional Demokrat (NasDem). Politikus perempuan yang bertahun-tahun berkiprah di NasDem ini punya alasan tersendiri terhadap keputusannya.
kepada benuanta.co.id, dr. Ari Yusnita memastikan kebenaran bahwa dirinya telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Tarakan, pada Sabtu (3/9/2022).
“Iya benar 100 persen. Per hari ini saya mengundurkan diri dari Partai NasDem. Saya sudah sambangi kantor DPD Partai NasDem Tarakan, kemudian saya menyampaikan hari ini saya mengundurkan diri dari NasDem,”ujarnya kepada benuanta.co.id, Sabtu sore.
Puteri dari mendiang dr. H. Jusuf SK ini, membeberkan alasannya mengundurkan diri yakni ingin berfokus pada tugasnya sebagai Dewan Pengawas (Dewas) RSUD dr.H. Jusuf SK dan dokter di BNN Tarakan. Ia juga tidak ingin terburu-buru untuk menentukan langkah politiknya ke depan.
“Yang pasti sekarang, saya mau calling down dulu dari partai, karena memang kesibukan saya sebagai Dewan Pengawas RSUD dr.H. Jusuf SK dan dokter di BNN Tarakan. Sambil melihat perkembangan selanjutnya,” beber dr. Ari.
Meski telah menamatkan aktivitas politiknya di partai NasDem, namun ia merasa kagum dengan partai besutan Surya Paloh ini. Melalui NasDem, dr. Ari Yusnita mengaku telah diberikan kesempatan untuk mengabdi terhadap bangsa dan negara.
Lantaran dia menyadari pengalaman yang luar biasa di NasDem, ia pun mendoakan agar partai NasDem terus berjaya dalam misi pengabdian politiknya.
“Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum bapak Surya Paloh, DPW dan DPD, karena sembilan tahun bersama NasDem bukan sebentar ya, banyak suka dan duka. Pengalaman yang luar biasa yang diberikan partai NasDem untuk mengabdi kepada masyarakat Kaltara. Semoga sukses untuk Partai NasDem kedepan,” terangnya.
Sementara itu, pengunduran diri Ari Yusnita pun dibenarkan Ketua DPD Partai NasDem Tarakan, Mustain. Menurut Mustain, NasDem telah berusaha berkomunikasi dengan Ari Yusnita agar tidak meninggalkan NasDem.
Namun demikian, partainya tak ingin mengintervensi keputusan politik Ari.
“Dia sudah memasukkan surat pengunduran dirinya per hari ini. Kita (NasDem) sebenarnya merasa kehilangan figur, tapi kan tentu dia yang menjalani, kita tidak bisa menahan. Kami sempat memberikan saran, namun itulah garis politik yang beliau tempuh,” urai anggota DPRD Tarakan itu.
“Kami terima pengunduran dirinya dan mencabut KTA-nya, supaya beliau juga nyaman mau masuk ke partai mana sehingga tidak ada kendala,” tutup Mustain.(*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli







