DPP PKS Belum Bisa Keluarkan Rekomendasi

Jika Semua Balon Tak Mencantumkan Pasangan

TANJUNG SELOR – Menuju pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah melaksanakan penjaringan bakal calon (balon) kepala daerah untuk tingkat kabupaten maupun provinsi. Untuk bakal calon gubernur sendiri terlihat sudah ada beberapa.

“Yang sudah masuk itu tiga nama yaitu pak Irianto, Udin Hianggio dan Jusuf SK,” ungkap Muhammad Nasir Ketua DPW PKS Provinsi Kaltara kepada benuanta.co.id, Ahad 12 Januari 2020 malam.

Ketiga nama ini sudah masuk Korwil PKS Kaltara, hanya saja belum dapat diusulkan ke DPP PKS. Dikarenakan setiap calon ini belum mencantumkan pasangannya, padahal itu sebagai syarat untuk melanjutkan prosesnya di DPP PKS.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Pimpin Upacara Pemakaman Try Sutrisno di TMP Kalibata

“Untuk verifikasi berkas di pusat itu harus dalam bentuk berpasangan. Karena SK yang keluar dari DPP itu sudah pasangan,” ucapnya.

Dirinya pun memberikan saran kepada calon yang akan diberikan dukungan oleh PKS, agar diproses lebih lanjut dan segera menentukan pasangannya. “Karena kita PKS dalam memberikan dukungan itu pertimbangannya peluang menang. Wakil juga potensi kemenangan itu,” bebernya.

Baca Juga :  Prabowo Bahas nasib BoP setelah Serangan Sepihak AS-Israel ke Iran

“Juga sudah kita sampaikan kepada calon agar mencari pasangan dan mem-fiks-kan soal wakilnya. Kita tahu tak hanya rekomendasi yang dikejar tapi soal kemenangan,” sambungnya.

Nasir menambahkan, untuk kader PKS juga ada dimasukkan dalam penjaringan kepala daerah, posisinya bisa menjadi wakil, baik di kabupaten maupun provinsi. Hanya saja kembali lagi pada elektabilitas, sumber daya finansial yang dimiliki kader PKS masih terbatas.

“Kader kita nanti bisa jadi wakil bupati dan wakil gubernur. Kalau bicara militansi kader dan kesolidan struktur itu bagus,” jelas pria yang menjadi anggota DPRD Provinsi Kaltara ini.

Baca Juga :  Tiga Raperda Inisiatif dan Satu Raperda Pemkab Disahkan DPRD Nunukan

Untuk rekomendasi, pihaknya menargetkan bulan Februari hingga Maret sudah turun dari DPP PKS. Jika di bulan Januari sudah melengkapi pasangannya, maka paling cepat Februari, dan paling lambat bulan Maret.

“Kita menginginkan PKS itu jika ada koalisi dalam mendukung calon. PKS yang paling awal memberikan rekomendasi, sebagai bentuk keseriusan terhadap calon itu,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi

Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *