benuanta.co.id, TARAKAN – Bertambahnya layanan klinik kecantikan di Kota Tarakan dinilai dapat mendorong perputaran ekonomi daerah. Selain memperluas pilihan perawatan bagi masyarakat, kehadiran usaha tersebut berpotensi membuka lapangan kerja dan menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Daerah Pemilihan Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rahmawati, menyampaikan hal itu saat menghadiri pembukaan klinik kecantikan The Best Clinic di Tarakan, Sabtu (10/10/2026).
Menurutnya, selama ini sebagian masyarakat Tarakan memilih pergi ke luar daerah, seperti Makassar, Samarinda, dan Balikpapan, untuk mendapatkan layanan kecantikan. Dengan semakin banyaknya fasilitas serupa di Tarakan, kebutuhan tersebut diharapkan dapat dipenuhi di daerah sendiri.
“Berarti perekonomian di Kota Tarakan berjalan lancar, uang beredar di Tarakan. Selama ini, kalau klinik kecantikan masih sedikit, kebanyakan mereka perginya ke Makassar, Samarinda, atau Balikpapan,” ujarnya.
Dirinya menilai, kehadiran klinik kecantikan tidak hanya memberikan alternatif layanan bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi melalui perekrutan tenaga kerja dan keterlibatan pelaku usaha pendukung.
“Dengan dibukanya klinik ini, membuat ekonomi Kota Tarakan menggeliat. Artinya, UMKM-nya juga berjalan, kemudian klinik juga merekrut tenaga kerja,” ungkapnya.
Ia berharap pertumbuhan usaha di sektor kecantikan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Tarakan. Aktivitas ekonomi yang tercipta dari usaha baru diharapkan turut memperkuat perputaran uang di daerah.
Kendati demikian, pertumbuhan usaha kecantikan juga perlu diimbangi dengan pelayanan yang berkualitas dan profesional. Ia mengatakan, masyarakat harus mendapatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan, sehingga perkembangan bisnis kecantikan tidak hanya berorientasi pada penjualan produk maupun tindakan perawatan.
Di sisi lain, dokter The Best Clinic, dr. Rosdiana, mengatakan pihaknya ingin meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kesehatan kulit, termasuk dalam penggunaan produk perawatan sehari-hari.
Ia menjelaskan, kliniknya menyediakan alat skin analyzer untuk membantu memeriksa kondisi kulit pasien sebelum menentukan perawatan yang dibutuhkan.
“Kami periksa dulu secara menyeluruh pasiennya, kemudian nanti kita menggunakan alat kami yang tersedia. Kita jelaskan kepada pasiennya lalu sarankan tindakan apa yang harus dilakukan,” jelasnya.
Melalui pemeriksaan dan konsultasi tersebut, pasien diharapkan dapat memahami kondisi kulitnya sebelum menjalani tindakan. Dengan demikian, pertumbuhan layanan kecantikan di Tarakan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perawatan kulit yang tepat.
Kehadiran klinik kecantikan baru di Tarakan pun diharapkan tidak sekadar memperluas pilihan layanan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi daerah sekaligus mendorong pelayanan yang lebih bertanggung jawab kepada konsumen. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







