Target Tekan Angka Gizi Buruk di Indonesia 

benuanta.co.id, Tanjung Selor – Gizi buruk masih menjadi perhatian khusus berbagai kalangan di Indonesia. Tak terkecuali bagi bakal calon Presiden yang akan maju di Pilpres 2024 mendatang.

Salah satunya datang dari Relawan Barisan Pengusaha Pejuang (BPP) Prabowo-Gibran Provinsi Kaltara. Menurut Ketua Relawan BPP Prabowo-Gibran Kaltara, Ahmad Syamsir Arief gizi buruk di Indonesia turun dari 24,4 persen di tahun 2021 menjadi 21,6 persen di tahun 2022. Khusus Kaltara, ada di angka 21,1 persen.

Disampaikannya, dengan program makan siang gratis bagi anak-anak, dapat meningkatkan gizi anak sehingga diharapkan dapat mempercepat penurunan prevalensi stunting Indonesia di tahun 2024 dengan target 14 persen. Artinya, hal itu dapat memperkecil jumlah anak bergizi buruk Indonesia. Selain itu program makan gratis berefek dapat menyejahterakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Baca Juga :  Prabowo Tambah Program Strategis Pendidikan Lewat Sekolah Rakyat

Ia percaya program makan siang gratis bagi anak sekolah, yang diusung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka itu, dapat menggeliatkan perekonomian pelaku UMKM karena bisa dengan cepat menjual kebutuhan pokok bahan makanan.

“Dengan memberikan makan siang gratis kepada anak sekolah selain meningkatkan gizi anak juga membuat para pedagang beras, sayur mayur, telor, ikan, ayam dan sembako lainnya dipastikan mengalami peningkatan penjualan sehingga ekonomi berputar dan pendapatan UMKM meningkat,” kata Arief.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Pimpin Upacara Pemakaman Try Sutrisno di TMP Kalibata

“Hal ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi di lingkungan sekolah setempat. Namun demikian tetap harus kita kawal bersama implementasi program makan siang gratis tersebut agar tersalurkan secara benar tepat sasaran, berdasarkan asas keadilan terhadap UMKM yang berkenaan,” lanjutnya.

Sebelumnya, capres nomor urut 2 Prabowo Subianto mengatakan jika terpilih menjadi presiden, maka program makan siang gratis akan dianggarkan sebesar Rp450 triliun.

“Kami hitung kapasitas kita sekarang, saya kira baru kasih satu kali makan (siang) atau habisnya ada snack, saya kira ini sudah prestasi menurut saya. Ini menurut saya suatu langkah yang strategis yang cukup menjawab banyak masalah. Hitungan Rp400 triliun, 450 triliun,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Prabowo Tambah Program Strategis Pendidikan Lewat Sekolah Rakyat

Terkait sumber dana, Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Panji Irawan menyebutkan akan bersumber pada pungutan pajak, di mana untuk memaksimalkan penerimaan pajak Prabowo-Gibran akan membentuk badan penerimaan negara.

Lebih lanjut Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak juga mengatakan bahwa program itu juga bisa untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat miskin, selain untuk menghapus prevalensi kasus kekerdilan pada anak atau stunting.

“Program makan siang gratis dengan gizi yang cukup untuk semua anak sekolah dan pesantren adalah salah satu upaya untuk menihilkan kasus stunting di Indonesia dan mengurangi beban ekonomi untuk masyarakat miskin,” kata Dahnil. (*)

Editor: Nicky Saputra 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *