NUNUKAN – Forum Masyarakat Adat Lintas Etnis di Kabupaten Nunukan nyatakan sikap mendukung Pilkada Serentak 9 Desember 2020 yang aman, tertib, lancar, sejuk dan sukses dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) di tengah pandemi Covid-19.
Apel peryataan sikap itu dilaksanakan di Tugu Dwikora Alun – Alun Kota Nunukan, Jalan R.E Marthadinata, Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Sabtu 5 Desember 2020.
Dikatakan Sekda Nunukan, Serfianus, S.IP., M.Si, empat hari lagi seluruh masyarakat di Kabupaten Nunukan yang memiliki hak pilih akan mengikuti pilkada dalam memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Utara, dan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nunukan.
Dia bersyukur karena sebagian besar tahapan di pilkada kali ini telah dilewati dengan aman dan lancar. Kalaupun ada dinamika dan persaingan di antara pasangan calon atau di antara para pendukung pasangan calon, hal itu merupakan sesuatu yang wajar dalam sebuah kompetisi.
“Semua dinamika itu harus kita lihat dan kita maknai sebagai bumbu-bumbu demokrasi yang membuat pilkada menjadi menarik untuk diikuti. Tanpa adanya perdebatan, adu ide, adu program, dan adu gagasan, maka dapat dipastikan pilkada akan terasa hambar, tanpa gairah dan semangat sama sekali,” kata Serfianus.
Lanjutnya, persaingan, dinamika debat dan pasangan calon yang berkontestasi merupakan sarana pembelajaran demokrasi yang efektif bagi masyarakat. Dari pemilu ke pemilu berikutnya, dari pilkada ke pilkada yang selanjutnya, dia berharap masyarakat bisa semakin dewasa dan bijaksana dalam menyikapinya. Sehingga pada akhirnya nanti akan muncul sebuah kesadaran, bahwa perbedaan pilihan politik dalam sebuah pesta demokrasi adalah satu keniscayaan yang tidak mungkin bisa dihindari.
Yang terpenting, dan ini yang harus selalu diingatkan kepada semua pihak agar perbedaan pilihan politik tidak lantas dijadikan alasan untuk saling menjelekkan, saling fitnah, saling benci, saling mencaci, apalagi sampai bermusuhan dan mengakibatkan putusnya hubungan ikatan persaudaraan dan kekeluargaan masyarakat.
“Kita boleh saling mengritik, saling mengoreksi. Tetapi setelah semua proses ini selesai kita harus kembali bergandengan tangan, saling merangkul antara satu dengan yang lain untuk bersama-sama membangun Kabupaten Nunukan yang kita cintai bersama. Kita semua tentu tidak ingin pilkada kali ini menimbulkan luka, sakit hati, apalagi perasaan dendam di antara kita. Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal seluruh proses pilkada ini agar berjalan aman, tertib, lancar dan demokratis. Semoga siapapun yang akan keluar sebagai pemenang dalam pilkada kali ini akan mampu membawa keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” harapannya.
Pilkada hanyalah merupakan alat untuk meraih kekuasaan yang harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya, setulus-tulusnya demi kesejahteraan masyarakat. “Atas nama pemerintah saya mengapresiasi Forum Masyarakat Adat Lintas Etnis di Kabupaten Nunukan yang berinisiatif melakukan apel pada pagi hari ini. Saya yakin, kita semua memiliki keinginan dan semangat yang sama untuk mendukung pilkada agar dapat berjalan lancar, tertib, aman, dan sehat. Karena pilkada kali ini akan kita laksanakan di tengah suasana pandemi covid-19, maka saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” imbuhnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin







