NUNUKAN – Ketua Relawan Kaltara Bersatu Untuk ZIYAP di Nunukan, Kalimantan Utara, Andi Kamil mengatakan, pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara periode 2021-2024 nomor urut 3, Drs. H. Zaenal Arifin Paliwang SH M.Hum dan Dr. Yansen Tipa Padan M.Si yang dikenal dengan akronim ZIYAP, memiliki tekad mewujudkan semua kemakmuran yang nyata melalui pelayanan publik yang prima. Baik memuaskan sektor perwujudan fungsi dan peranan pemerintah di masa yang akan datang.
Menurutnya, pasangan Zainal-Yansen yang memadukan dua etnis yang berada di daerah ini yakni Jenderalnya Kaltara, Zaenal A. Paliwang berasal tokoh Sulawesi Selatan dan pasangannya Yansen TP adalah kepala daerah terbaik se-Indonesia yang merupakan bupati dua periode di Kabupaten Malinau yang berasal dari Tokoh Dayak. Ini ialah pasangan yang paling serasi dan sesuai harapan seluruh masyarakat Kaltara.
Dikatakannya, Zaenal A. Paliwang yang memiliki background dari Polri dan mantan Wakapolda Kaltara yang dinilai sangat tepat memimpin Kaltara yang majemuk yang terdiri dari berbagai suku, agama dan etnis. Ditambah dengan Yansen TP yang memiliki latar belakang birokrat sejati. Tentunya pengalaman kepemimpinannya tidak bisa diragukan lagi karena dua periode menjadi Bupati Malinau.
Perpaduannya memiliki pengalaman membangun Kaltara jika dipercayakan oleh masyarakat untuk menakhodai Kaltara. “Hal-hal ini yang dimaksudkan adalah peningkatan pelayanan kepada seluruh masyarakat untuk pelayanan publik, pelayanan perdagangan lintas batas yang akan diwacanakan pelabuhan satu pintu Bea Cukai di Sebatik untuk mengkaver semua barang dan masuk ke Malaysia. Sehingga perdangan lintas batas semakin mudah dan tidak ada lagi kesulitan di lapangan. Begitu juga pelabuhan speed rute Sebatik-Tawau kita akan buka lagi, agar masyarakat perbatasan Sebatik lebih muda keluar masuk ke Tawau tanpa melalui Nunukan untuk menaiki kapal resmi rute Nunukan-Tawau Malaysia,” harap Andi yang sering dikenal dengan nama Puang Sanro ini.
Dia melanjutkan, sebagai upaya mewujudkan kemakmuran rakyat yang sebenarnya antara pelayanan di sektor pendidikan dalam wujud konsep pembangunan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, maka sektor pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Sebesar apa pun Sumber Daya Alam (SDA) tanpa ditopang Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, sulit untuk berkembang.
Kita telah ketahui, bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan dana yang sangat besar setiap daerah untuk anggaran pendidikan secara nasional termasuk di Kaltara ini. “Sisa pengelolaan yang baik dan benar serta transparansi dalam mengelolah anggaran yang pendidikan yang perlu dilakukan demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan kompetitip kedepannya,” harapnya.
Selain itu, kata dia, penyediaan sarana infrahstruktur pendidikan dan jalan kedepannya, Kaltara semakin memadai, peningkatan kesehahteraan guru dan peningkatan daya saing intelektual tenaga didik yang merupakan upaya selanjutnya dalam menyukseskan pendidikan. Serta pembangunan jalan yang dibiayai oleh pemerintah provinsi melalui APBD yang akan anggarkan Rp 200 miliar setiap kabupaten/kota di Kaltara ini.
“Penyediaan media informasi pendidikan ke seluruh wilayah yang terisolasi seperti Krayan, Lumbis Ogong, dan beberapa wilayah terisolasil lainnya di Malinau, KTT, Bulungan dan Tarakan, kita harus adakan pemetataan fasilitas kebutuhan pendidikan di seluruh wilayah, serta pengadaan perguruan tinggi yang bermutu dan sangat membangun dunia pendidikan di daerah ini,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut dia, pembinaan terhadap siswa didik yang berprestasi dan pemberian pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat sangatlah penting, karena kesehatan adalah hal yang sangat mahal nilai dalam kehidupan manusia. Di samping itu, kita harus butuh pelayanan yang memuaskan terhadap masyarakat umum. Di mana dari dahulu sampai sekarang tenaga ahli di daerah sangat minim dan memprihatinkan. Hanya dengan satu cara gar belenggu ini bisa terlepas, yakni harus mengubah sistem pemerintahan di Kaltara untuk memilih pemimpin yang betul-betul pro dengan rakyat kecil.
“Dalam tubuh yang sehat akan terbangun jiwa yang sehat, untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan sehingga program selain pendidikan, program kesehatan juga menjadi program inti dari ZIYAP, guna mencapai sasaran yang maksimal dan tepat. Pembangunan fasilitas kesehatan serta penyediaan tenaga medis yang proporsional dan profesional di seluruh kabupaten/kota, merupakan aspek dalam pembenahan dan perbaikan pelayanan kesehatan yang maksimal nantinya. Kita juga adakan pemberian Jamkesda, Jamkeskin bagi masyarakat yang kurang mampu tanpa melalui BPJS,” tutup Puang Sanro. (*)
Editor: M. Yanudin







