TARAKAN – Banyak selebaran digital tersebar di media sosial Whatsapp Group mencatut nama salah satu tokoh besar di Kaltara, yakni dr. Jusuf Serang Kasim (JSK) sebagai dewan penasihat tim kampanye dan penghubung pasangan Irianto Lambrie-Irwan Sabri (Iraw).
Namun hal ini langsung dibantah Juru Bicara JSK, Sukardi Hamzah, yang menyebut surat dengan model BC1-KWK yang mencatut nama JSK tidak atas sepengetahuan JSK. Bahkan ia mengaku heran dengan persetujuan yang terkesan hanya sepihak saja.
“Jadi persoalannya seperti ini, belakangan memang nama Pak Dokter Jusuf SK menjadi perbincangan di beberapa kalangan, terkait tercantumnya nama beliau di struktur kampanye salah satu pasangan, yaitu Iraw. Orang-orang bertanya-tanya apa betul beliau bersedia untuk itu (Tim IRAW). Ya hari ini saya jawab, setahu saya pak Jusuf SK tidak bisa dimintai keterangan kesediaan dan tidak ada pernyataan bahwa beliau bersedia, dan dari beliaunya tidak ada pernyataan bahwa beliau bersedia dimasukkan dalam tim kampanye, baik di Iraw atau di mana-mana tidak ada,” tegasnya.

“Karena beliau hari ini kan kita ketahui sama-sama sedang dalam keadaan sakit dan fokus dalam penyembuhan. Harusnya tidak dibawa-bawa lagi beliau untuk dicatut sebagai bagian dari tim kampanye, yang artinya itukan bisa bermakna bahwa beliau bersedia. Tentunya kita dimasukan di dalam satu struktur itu kan normatifnya yang bersangkutan sudah dimintai kesediaan, kesiapan untuk dimasukan. Di struktur mana pun, kita dalam membentuk satu tim atau kita mengajak orang untuk masuk dalam suatu organisasi, secara etika harus ditanyai apakah orang itu bersedia atau tidak. Itu etikanya seharusnya seperti itu,” tambahnya.
Ia mengakui, masing-masing bakal pasangan calon (Bapaslon) gubernur dan wakil gubernur Kaltara memang pernah mengunjungi JSK. Hanya saja, setiap orang yang berkunjung tersebut tak ada membahas secara khusus mengenai langkah dukungan JSK kemana, melainkan hanya ingin melihat kondisi sekaligus mendoakan figur yang pernah menjadi kontestan Pilgub Kaltara tahun 2015 silam tersebut.
“Sampai hari ini setahu saya semua sudah mengunjungi beliau. Dari seluruh kontestan ini sudah mengunjungi beliau tetapi mereka sangat paham pada saat pertemuan itu tidak ada menanyakan bahwa membicarakan tentang kontestasi pilkada, tidak ada. Hanya khusus mendatangi melihat kondisi beliau saja. Hanya menjenguk dan tidak ada perbincangan tentang mendukung ini mendukung itu, karena kondisi beliau itu dalam keadaan sakit, dan dalam berkomunikasi sangat terbatas,” terangnya.
Mengenai ketokohan politik JSK di Partai NasDem, Sukardi menuturkan, belum mengetahui secara rinci apakah Walikota Tarakan 2 priode itu masih kader Nasdem atau tidak. “Kalau posisis kader NasDem, saya kurang tahu itu. Yang jelas hari ini beliau sudah diganti, sudah bukan Ketua DPW Partai NasDem Kaltara. Ketuanya kan sudah banyak orang tahu, sudah diganti, ketuanya anak pak gubernur dan saya gak tahu yang lainnya. Yang jelas Pak Jusuf SK sudah diganti dari Ketua NasDem Kaltara, itu saja. Ya, harusnya kan orang sakit kita mau masuk-masukan lagi di dalam partai itu ataupun aktivitas apapun ya seharusnya tidak lagi. Ya untuk apa, kita masuk-masukan orang sakit. Ya syaratnya orang berpartai ini kan harus sehat secara jasmani dan rohani, lahir dan batin untuk beraktifitas, baik di partai, dan termasuk persyaratan lainnya tentunya,” tuturnya.
Sukardi juga kembali menegaskan, ada dua poin yang memang harus disampaikanya kepada publik terkait kemana arah dukungan JSK di Pilgub Kaltara 2020. “Poin yang mau sampaikan kepada teman-teman ini, satu; beliau tidak pernah dimintai kesediaan untuk menjadi tim kampanye oleh siapapun. Yang kedua; beliau saat ini hanya fokus dalam penyembuhan. Dua poin itu yang harus saya sampaikan dan luruskan,” ungkapnya.
“Ada kemungkinan (9 Desember memberikan dukungan), beliau itu kan orang pemikir, Pak Jusuf itu seorang pemikir dan sangat memikirkan sekali persoalan Kaltara. Tentu beliau juga akan berpikir kalau sudah sembuh, berpikirnya sudah lancar, berkomunikasinya sudah lancar, beliau akan berpikir siapa pemimpin yang terbaik. Sangat memungkinkan untuk beliau menyatakan secara langsung saya mendukung palson si A, B, atau C,” tukasnya.(*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor: M. Yanudin







