benuanta.co.id, BULUNGAN – Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum didampingi Kepala Dinas Sosial Kaltara, Armin Mustapa melakukan kunjungan ke salah satu pondok tahfidz di Kelurahan Tanjung Selor Hilir dalam rangka pemberian bantuan sembako.
Gubernur Zainal bertujuan untuk meringankan beban dari yayasan agar kebutuhan kepada para santri dan santiwati terpenuhi yang jumlahnya sebanyak 90 orang.
“Bantuan sembako ini untuk meringankan beban mereka, tidak hanya di Bulungan saja bantuan ini juga kita berikan kepada yang lain. Total keseluruhan yang kita bantu sebanyak 400 orang,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Kamis 16 Desember 2021.
Dirinya mengapresiasi dan bangga, pasalnya pondok tahfidz yang terdiri dari PTQ Hasbul Arifin, SMP Islam Plus Yardhana dan MA Ahmada telah melahirkan santri dan santiwati yang berprestasi tak hanya pada tingkat provinsi namun ditingkat nasional dalam bidang sains.
“Laporan dari pihak yayasan ada 3 orang yang berprestasi meraih peringkat 2 nasional makanya saya berikan hadiah sebagai pemicu yang lainnya. Ternyata disini telah melahirkan SDM yang unggul dan hebat,” jelasnya.
Dirinya berharap agar kedepannya para santri dan santiwati bisa berkontribusi terhadap daerahnya utamanya di Provinsi Kaltara. Dirinya pun meminta kepada pelajar lain rajin belajar agar meraih prestasi.
Sementara itu Kepala Dinsos Kaltara, Armin Mustapa menuturkan anggaran yang dikucurkan dalam bantuan ini sebesar Rp 100 juta. Dimana total yang dibantu sebanyak 400 orang, sehingga satu anak akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 250 ribu dalam bentuk barang.
“Saran dari bapak Gubernur meminta agar anak yang terdampak Covid-19 dibantu. Sehingga di Kaltara ada 16 lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) yang kita bantu,” ucapnya.
Dia menjelaskan dari 16 LKSA ini hanya 3 kabupaten kota saja yang mendaftar dan menerima bantuan, yakni Kabupaten Bulungan ada 4 LKSA, Kota Tarakan terdapat 8 LKSA dan Kabupaten Nunukan ada 4 LKSA.
“Jadi tak hanya santri saja tapi kepada pelajar lain kita bantu, yang tidak mengajukan itu Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan Kabupaten Malinau,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Matthew Gregori Nusa







