Speedboat Race Bukan Sekadar Balapan, Pemprov Kaltara Bidik Ekonomi Lokal

benuanta.co.id, TARAKAN – Pelaksanaan Speedboat Race di perairan Tarakan, Ahad (23/8/2026), bukan hanya menghadirkan persaingan 39 peserta dari berbagai daerah, tetapi juga menjadi magnet bagi masyarakat untuk berkumpul di kawasan pesisir.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melihat ramainya kegiatan tersebut sebagai peluang untuk menggerakkan ekonomi lokal, khususnya UMKM, pedagang kecil hingga sektor jasa.

Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum., mengungkapkan sebuah kegiatan besar semestinya tidak berhenti pada kemeriahan acara, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung masyarakat. Ramainya penonton selama perlombaan dinilai menciptakan perputaran ekonomi di berbagai sektor.

“Pada saat yang sama urat nadi perekonomian lokal turut berdenyut, para pelaku UMKM, pedagang kecil, penyedia jasa angkutan hingga berbagai sektor ekonomi kira-kira pasti akan memperoleh manfaat dari kegiatan ini,” ungkapnya.

Menurut Gubernur Zainal, kondisi tersebut menunjukkan olahraga dan pariwisata dapat dikembangkan secara beriringan. Ketika sebuah pertandingan mampu menarik masyarakat untuk datang, aktivitas ekonomi di sekitar lokasi juga ikut tumbuh karena adanya kebutuhan konsumsi maupun jasa selama kegiatan berlangsung.

“Kita ingin olahraga ini dan pariwisata dapat berjalan beriringan ketika masyarakat datang menyaksikan pertandingan, menikmati suasana dan kemeriahan kegiatan,” katanya.

Antusiasme masyarakat terhadap perlombaan juga menjadi salah satu indikator besarnya potensi tersebut. Sepanjang kawasan pesisir Tarakan, masyarakat terlihat ramai menyaksikan jalannya pertandingan dan menikmati suasana perlombaan.

Baca Juga :  Malam di Tepian Kayan, Gubernur Ikut Gowes Bareng Ratusan Warga

“Ini luar biasa di Kota Tarakan begitu ramai. Masyarakat begitu antusias menyaksikan jalannya lomba ini,” tuturnya.

Gubernur Zainal menilai Kaltara memiliki modal alam yang kuat untuk mengembangkan wisata berbasis olahraga maritim. Bentang sungai, kawasan pesisir dan wilayah perairan yang luas dapat dikemas menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan masyarakat dari luar daerah.

“Kalimantan Utara dianugerahi kekayaan alam, bentang sungai yang megah, kawasan pesisir dan wilayah maritim yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi daya tarik sport tourism berbasis maritim,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap kegiatan seperti Speedboat Race tidak hanya berlangsung sebagai agenda sesaat, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang semakin besar dan berkelanjutan. Menurutnya, ketika olahraga dan pariwisata berkembang bersama, manfaatnya dapat meluas kepada masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari aktivitas ekonomi lokal.

“Inilah semangat yang perlu terus kita dorong bahwa setiap perhelatan acara harus mampu menghadirkan kegembiraan sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat kecil,” tukasnya.

Sementara itu, Koordinator lomba sekaligus Dan Satrol Kodaeral XIII, Kolonel Laut (P) Nurfarit Syarifudin, mengatakan Speedboat Race dipilih karena memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat Kalimantan Utara. Speedboat selama ini tidak hanya digunakan sebagai sarana transportasi, tetapi telah menjadi bagian dari karakter masyarakat pesisir.

Baca Juga :  Minimalisir Kabut Asap, Gubernur Kaltara Minta Warga Setop Bakar Lahan

“Speedboat telah menjadi salah satu sarana transportasi sekaligus bagian dari kehidupan masyarakat di Kaltara, sehingga olahraga balap speedboat memiliki kedekatan dengan budaya dan karakter masyarakat Kalimantan Utara,” jelasnya.

Menurut Nurfarit, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan para pencinta olahraga air dari berbagai daerah. Tahun ini, perlombaan diikuti 39 peserta yang berasal dari Tarakan, Balikpapan, Samarinda, Penajam, Nunukan hingga Sebatik.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi yang menguji keterampilan, kecepatan dan sportivitas para peserta, tapi juga menjadi media untuk mempererat silaturahmi antarpecinta olahraga air dari berbagai daerah di Kalimantan,” katanya.

Nurfarit mengatakan perlombaan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus meningkatkan prestasi olahraga air di Kaltara. Penyelenggaraan lomba balap speedboat diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan semangat kebersamaan.

“Kita ingin memperkenalkan potensi daerah serta mendorong tumbuhnya prestasi olahraga air di Kalimantan Utara,” ujarnya.

Ia pun berharap pelaksanaan tahun ini menjadi fondasi untuk mengembangkan Speedboat Race sebagai event tahunan. Dalam jangka panjang, kegiatan tersebut diharapkan dapat masuk dalam kalender pariwisata dan menjadi daya tarik sport tourism di Kaltara.

Baca Juga :  Wagub Ajak Pelajar Kaltara Maknai Kemerdekaan lewat Kreativitas

“Kita berharap mampu meletakkan fondasi agar perlombaan ini tumbuh menjadi event tahunan daerah sehingga dapat terangkat dalam kalender pariwisata nasional sebagai daya tarik sport tourism,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Komandan Kodaeral XIII, Laksamana Pertama TNI Bambang Kuncoro, mengatakan Speedboat Race juga memiliki pesan yang lebih luas karena mengangkat kehidupan masyarakat yang tidak terpisahkan dari laut. Melalui kegiatan tersebut, olahraga air diharapkan dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan keberanian, disiplin, sportivitas sekaligus persaudaraan.

“Laut adalah sumber kehidupan dan bagian dari jati diri kita sebagai bangsa maritim,” ujarnya.

Bambang menilai laut seharusnya tidak dipandang sebagai batas yang memisahkan masyarakat, terutama di wilayah perbatasan. Sebaliknya, perairan dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan dan kebersamaan masyarakat dari berbagai wilayah.

“Menyatukan masyarakat perbatasan menegaskan bahwa perairan bukanlah pemisah, tetapi justru menjadi ruang persaudaraan dan ruang kebersamaan,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan kecepatan sebagai satu-satunya tujuan dalam perlombaan. Keselamatan harus tetap menjadi prioritas, termasuk kepatuhan terhadap jalur lomba, penggunaan perlengkapan keselamatan dan arahan panitia.

“Kecepatan memang menjadi bagian dari perlombaan, tetapi kecepatan tanpa keselamatan bukanlah prestasi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *