Wagub Kaltara Sampaikan Nota Pengantar Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2022

benuanta.co.id, BULUNGAN – Dalam rapat paripurna ke-13 masa persidangan II tahun 2023, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) sampaikan 2 nota pengantar rancangan peraturan daerah (Ranperda).

Pertama penyampaian nota pengantar ranperda pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2022 dan kedua penyampaian nota pengantar ranperda tentang pajak dan retribusi daerah yang disampaikan langsung Wakil Gubernur Kaltara, Yansen TP.

“Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Provinsi Kaltara merupakan kewajiban pemerintah daerah yang disampaikan kepada DPRD Kaltara, dengan dilampirkan laporan keuangan yang telah diperiksa oleh BPK paling lambat 6 bulan setelah tahun anggaran berakhir,” ucap Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP kepada benuanta.co.id, Senin, 26 Juni 2023.

Baca Juga :  Hangat dan Akrab, Gubernur Kaltara Buka Bersama Wartawan

Kata dia, atas laporan keuangan itu Pemprov Kaltara diganjar penghargaan wajar tanpa pengecualian (WTP) yang ke-9 kalinya. Dalam sidang paripurna itu, Yansen menyampaikan realisasi APBD 2022 meliputi pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah.

“Pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp 2,55 triliun terealisasi sebesar Rp 2,73 triliun atau 106,97 persen,” sebutnya.

Dia menjabarkan realisasi pendapatan diantaranya pendapatan asli daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp 717,13 miliar terealisasi sebesar Rp 815,67 miliar atau 113,74 persen. Pendapatan transfer ditargetkan sebesar Rp 1,84 triliun dapat direalisasikan sebesar Rp 1,98 triliun atau 103,97 persen.

Baca Juga :  Hangat dan Akrab, Gubernur Kaltara Buka Bersama Wartawan

Lain-lain pendapatan daerah yang sah ditarget Rp 300 juta terealisasi sebesar Rp 6,85 miliar atau 1.959,26 persen dengan rincian pendapatan hibah sebesar Rp 5,77 miliar, lain-lain pendapatan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan terealisasi sebesar Rp 1,08 miliar.

“Realisasi belanja daerah ditargetkan sebesar Rp 2,80 triliun dapat terealisasi Rp 2,53 triliun atau 91,15 persen,” sebutnya lagi.

Rincian belanja daerah yakni belanja operasi sebesar Rp 1,74 triliun realisasinya Rp 1,63 triliun atau 93,43 persen. Belanja modal Rp 624,74 miliar terealisasi Rp 496,62 miliar atau 79,49 persen, belanja tidak terduga dianggarkan sebesar Rp 3,55 miliar terealisasi sebesar Rp 923,17 juta, belanja transfer sebesar Rp 426,38 miliar terealisasi sampai 31 Desember 2022 sebesar Rp 426,54 miliar atau 99,36 persen.

Baca Juga :  Hangat dan Akrab, Gubernur Kaltara Buka Bersama Wartawan

“Realisasi pembiayaan daerah sebesar Rp 246,20 miliar berasal dari silpa 2021 direalisasikan sebesar Rp 15 miliar merupakan penyertaan modal kepada Bankaltimtara maka netto sebesar Rp 231,20 miliar. Sehingga ada silpa 2022 sebesar Rp 409,11 miliar,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *