benuanta.co.id, BULUNGAN – Mengatasi hilangnya pengetahuan dan keterampilan pada anak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulungan melaksanakan kegiatan refleksi peningkatan dan pengembangan kompetensi guru program literasi berbasis Kelompok Kerja Guru (KKG).
“Saya menyambut baik dengan adanya refleksi maupun evaluasi untuk mengatasi terjadinya learning loss atau kehilangan pengetahuan di dunia pendidikan,” ucap Bupati Bulungan Syarwani kepada benuanta.co.id, Senin, 13 Desember 2021.
Dia mengatakan learning loss pada anak didik merupakan istilah hilangnya pengetahuan dan keterampilan, baik secara umum atau spesifik atau terjadinya kemunduran proses akademik karena faktor tertentu.
“Seiring terjadinya pandemi Covid-19 selama 2 tahun, faktor learning loss semakin besar terjadi meski telah ada upaya pembelajaran secara daring. Walaupun sebelum pandemi juga dapat terjadi,” ujarnya.
Maka dengan adanya program inovasi untuk anak Indonesia (INOVASI) melalui program literasi maupun KKG yang masuk di Kabupaten Bulungan sejak 2017 sangat membantu meningkatkan kompetensi para guru maupun anak didik khususnya di sekolah dasar.
“Seperti disampaikan dalam refleksi ini dari pengalaman salah seorang guru SD, ada muridnya yang di kelas 4 sudah bisa membaca, namun setelah di kelas 6 ternyata lupa cara membaca karena tidak sering dilatih,” paparnya.
Mantan Ketua DPRD Bulungan 2 periode ini berharap adanya refleksi dapat meningkatkan mutu maupun kualitas pendidikan di Bulungan terutama kepada anak didik.
Ditempat yang sama, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Utara, Jarwoko menekankan yang terpenting untuk guru atau tenaga pendidik yaitu untuk membangun perasaan atau suasana senang belajar kepada anak didik.
“Pembelajaran itu bukan semata-mata ingin menuntaskan konten atau materi pelajaran tetapi yang terpenting adalah anak-anak memperoleh pengalaman untuk mengaktifkan kemampuan berpikirnya,” tuturnya.
Dia menambahkan pemulihan pembelajaran bukan dengan cara menuntaskan materi pelajaran, melainkan seberapa besar pengalaman yang diperoleh peserta didik dalam mengaktifkan kemampuan berpikir melalui interaksi. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







