DPRD Kaltara Dorong Pemerintah Perhatikan Layanan Kesehatan Wilayah Perbatasan 

benuanta.co.id, BULUNGAN – Masih dalam momentum peringatan HUT RI ke-76, Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris yang mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Apau Kayan Kabupaten Malinau. Wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia itu masih butuh banyak sentuhan pembangunan.

“Di sana itu masih membutuhkan pemerataan pembangunan serta pelayanan dari pemerintah dan yang paling utama soal layanan kesehatan,” ungkap Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris kepada benuanta.co.id, Kamis (19/8/2021).

Kata dia, khusus untuk pelayanan kesehatan menjadi fokusnya. Untuk itu pihaknya akan mendorong pemerintah agar memberikan support supaya tempat layanan kesehatan mendapatkan perhatian.

“Jadi kita minta pemerintah agar mendorong rumah sakit pratama dan Puskesmas yang berada di daerah perbatasan Apau Kayan, Krayan dan Sebatik diperhatikan,” katanya.

“Ada juga diluar dari perbatasan yang butuh perhatian, yakni masyarakat daerah terpencil. Pemerintah daerah dan pusat harus hadir dan memberikan support dalam hal layanan kesehatan,” tambahnya.

Politisi Partai PDI Perjuangan ini menyebut saat berada di beranda perbatasan dalam beberapa hari di Apau Kayan. Daerah yang tidak bisa dijangkau darat, namun memiliki paparan Covid-19 yang besar beberapa waktu lalu.

“Beberapa bulan lalu di sana hampir 400 warga Apau Kayan tersebar beberapa desa dan kecamatan terpapar Covid-19. Syukurnya saat ini tinggal 36 orang yang menjalani isolasi mandiri,” sebutnya.

Lanjut Norhayati, yang paling dibutuhkan saat ini adalah pasokan tabung oksigen di mana pendistribusiannya cukup sulit. Apalagi saat akan mengisi ulang tabung oksigennya, hanya dapat dilakukan di Provinsi Kalimantan Timur.

“Oksigen yang paling dibutuhkan, apalagi dengan meningkatnya Covid-19. Saat isi ulang itu harus ke Samarinda lewat jalur darat dengan mobil carteran,” jelasnya.

Tidak mudah dalam mendapatkan tabung oksigen, masyarakat harus menempuh perjalanan hampir sepekan lewat jalur darat dengan medan jalan yang menyulitkan. Kadang lewat sungai dan jalan yang hanya tanah.

“Kadang kalau lewat sungai yang kondisinya banjir itu bisa 2 minggu. Jadi memang butuh perjuangan dari Samarinda menuju ke Mahakam Hulu, lalu menyeberang Sungai Boh baru ke Apau Kayan,” tutupnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor : Yogi Wibawa/Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *