Perlu Campur Tangan BUMD Sediakan Pakan Ternak dan DOC

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Harga kebutuhan pangan pokok jelang hari raya idul adha 1444 H di Kabupaten Bulungan melonjak naik terutama daging ayam dan sapi.

Berdasarkan pantauan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Kalimantan Utara (Kaltara) Jumat (23/6) di pasar Induk Tanjung Selor, Harga ayam saat ini Rp 55 ribu per kilo dari harga normal Rp 45 ribu. Bahkan harga ayam sempat di harga Rp 60 ribu per kilo.

Kepala Disperindagkop Kaltara Hj. Hasriyani turun langsung ke lapangan menanyakan harga daging ayam ke penjual, adapun alasan tinggi harga jual ayam karena stok ayam di peternakan yang ada di Tanjung Selor tidak cukup untuk memenuhi permintaan belum lagi biaya ongkos ternak yang tak sedikit, sehingga pedagang mengambil stok ayam hingga ke Samarinda (Kaltim).

Adapun solusi untuk mengatasi masalah ini kata Hasriyani, perlu adanya campur tangan dari pemerintah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk bisa menyiapkan 50 persen pakan ternak dan DOC ayam dengan umur di bawah 10 hari dan 14 hari setelah ayam itu menetas untuk dijadikan bibit pada peternak yang ada di Tanjung Selor.

“Peternak sekalian pedagang ayam siap mengisi kadang mereka kembali jika dibantu dengan pemerintah, memang kendala mereka seperti itu belum lagi harga DOC yang juga mahal hampir Rp. 11 ribu per ekor dan itu adanya cuma ada di Tarakan dan Samarinda,” ucapannya.

“Hanya itu saja solusi dengan hadirnya BUMD insyaallah harga bisa kembali stabil,” ucapnya lagi pada benuanta.co.id.

Hasriyani juga mengakui bahwa selama ini resikonya lebih besar jika peternak ayam mengambil DOC dari luar daerah, belum lagi ongkos pakannya. Sehingga tidak menutupi jika ayam di jual Rp 45 ribu saat ini karena tidak menutupi modal yang dikeluarkan peternakan.

“Harapan para pedagang sekalian peternakan ayam hanya meminta peran pemerintah dalam menyiapkan pakan dan DOC sekitar 50 persen, dan saya juga yakin kalau ini bisa terealisasi harga akan kembali normal,” jelasnya.

Jika harga ayam saat ini sudah turun di harga Rp 55 ribu per kilo itu dikarenakan banyaknya pedagang yang menjual ayam beku dari Tarakan.(*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *