benuanta.co.id, TARAKAN – Cabang olahraga (cabor) layar berhasil meloloskan atletnya di 6 kelas ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh Sumatera Utara. Atlet layar yang mendapat tiket ke PON XXI inipun masih dapat bertambah dengan prediksi 2 kelas.
“Kemungkinan nanti kalau ada pergeseran diklasemen. Ada beberapa kelas yang kepesertaannya dobel dibeberapa provinsi,” ucap Ketua Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kaltara, Widodo, Senin (23/10/2023).
Diuraikannya, 6 kelas yang berhasil lolos ke PON diantaranya Ilka 6 atas nama Muhammad Farhan, Internasional 420 putra atas nama Rifandi dan Khairil, 420 putri atas nama Riska Andriani dan Niken, 470 mix double atas nama Riko Ramdani dan Farah Asima, hobie 16 atas nama Alfian Nawawi dan Muhammad Sugianto, dan kelas Ilka 7 atas nama Roger Gregori Wardoyo.
“Rifandi dapat medali emas kemarin di pra PON. 420 dapat perunggu. Ya kita dapat 3 medali. Kemudian kelas yang berpotensi bertambah Optimis Putra dan techno + putri,” urainya.
Dalam waktu dekat, Porlasi juga akan menggelar rapat kerja nasional guna menentukan kuota altlet yang bertandang ke PON mendatang. Ia juga bersyukur dengan persiapan yang sedemikian rupa dapat meraih medali dan cabor layar kembali lolos ke PON XXI.
“Kalau melihat dari persiapan kita minum dukungan. Kita berdarah-darah menyiapkan atlet. Tapi Alhamdulillah kita tembus. Semoga prestasi ini dapat dipertahankan juga oleh atlet-atlet kita,” imbuh Widodo.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara itu menilai kekuatan atlet Kaltara dibandingkan atlet daerah lain cukup seimbang. Hanya saja, perlu dipersiapkan kembali jelang keberangkatan PON nantinya. Terlebih, persiapan dalam Pra PON juga terbatas dibandingkan wilayah lain yang sudah lebih dulu melakukan pemusatan latihan sejak 3 bulan belakangan.
Dalam pemusatan latihan sebelum PON nanti pihaknya akan menggelar latihan di Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) pada awal tahun 2024. Lalu, sentralisasi akan dilakukan langsung di Aceh untuk perkenalan medan pertandingan.
“Kita harapkan persiapan maksimal kalau mau hasil maksimal. Kita menyesuaikan lokasi dan juga angin, ombaknya di sana. Aceh nanti kita dua bulan lah minimal di sana. Kalau memang ada dana kita mau tryout ke Malaysia, ” tegas Widodo.
Dia turut mengharapkan adanya dukungan anggaran dari pemerintah Kaltara terkait vitamin dan suplemen para atlet. Pun dengan sarana prasarana pertandingan, mengingat pada kualifikasi PON pihaknya masih menyewa sarpras.
Ia juga akan melakukan rapat dengan internal KONI untuk melakukan persiapan PON mendatang. Agar seluruh cabor yang hadir ke PON dapat mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi pada PON Papua lalu.
“Kepada pemerintah provinsi yang memiliki kebijakan dapat mensupport secara penuh agar bisa memperbaiki peringkat yang adalah di PON nanti,” tutupnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Nicky Saputra







