Keras! Abdul Karim Soroti Rencana Muskot Pertina Tarakan yang Dinilai Tertutup

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemilik sasana AK87 Boxing Tarakan, Abdul Karim, menyoroti rencana Musyawarah Kota (Muskot) Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Tarakan yang disebut akan digelar pada 19 Juli 2025 mendatang.

Ia menyayangkan proses menuju Muskot tersebut dinilai tidak transparan dan tertutup bagi insan tinju lainnya di Tarakan. Menurutnya, masa kepengurusan Pertina Tarakan telah berakhir sejak 13 Juli 2025 lalu. Namun rencana muskot yang akan dilaksanakan beberapa hari ke depan tidak melibatkan banyak pihak yang selama ini aktif di dunia tinju Tarakan.

“Namanya musyawarah kota, harusnya terbuka. Tapi kami yang aktif menghidupkan olahraga tinju di Tarakan tidak dilibatkan sama sekali, bahkan undangan pun tidak ada,” tegasnya, Selasa (15/7/2025).

Karim mengatakan, selama ini kegiatan tinju di Tarakan justru lebih banyak digerakkan oleh para praktisi dan pemilik sasana seperti dirinya. Ia menyebut event-event tinju di Jon Combat dan daerah lainnya digagas oleh komunitas, bukan oleh Pertina.

Ia juga menegaskan kesiapannya untuk maju dalam pemilihan Ketua Pertina Tarakan periode mendatang. Namun menurutnya, harus ada tahapan yang jelas dalam pencalonan, termasuk pembentukan panitia, sistem pendaftaran bakal calon, dan pemungutan suara yang terbuka.

“Kita ingin pemilihan ini benar-benar aktual. Ada tim panitia, ada penjaringan. Bukan aklamasi diam-diam seperti yang beredar sekarang,” tegasnya.

Karim mengaku heran dengan rencana pemilihan yang dinilai terkesan terburu-buru dan tanpa koordinasi. Ia juga mempertanyakan kinerja kepengurusan sebelumnya yang selama lima tahun tidak menunjukkan aktivitas berarti di dunia tinju Tarakan.

“Yang jadi ketua sebelumnya kabarnya mau maju lagi. Tapi lima tahun nggak ada kegiatan. Harusnya itu jadi pertimbangan juga,” katanya.

Diketahui, Pertina Tarakan sudah eksis sejak awal 1990-an, bahkan sebelum Kota Tarakan terbentuk secara administratif. Namun Karim menilai, organisasi tersebut perlu dikelola lebih terbuka agar bisa berkembang dan memberi ruang bagi siapa saja yang peduli terhadap olahraga tinju.

“Pertina ini bukan perusahaan. Siapa pun boleh ikut mencalonkan diri jika memang punya kualitas. Jangan main sembunyi-sembunyi, kita ingin semua berjalan sesuai aturan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *