benuanta.co.id, NUNUKAN – Penurunan angka Stunting terus digalang oleh pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Nunukan, seperti halnya di UPT Puskesmas Sedadap, tercatat ada 208 anak penderita Stunting di Nunukan Selatan, sedangkan di Desa Binusan mencapai 88 anak stunting, dengan total 296 anak.
Kepala UPT Puskesmas Sedadap, dr. Evi Maryani, mengatakan penanganan Stunting tidak hanya di berfokus di Dinas kesehatan maupun puskesmas saja namun semua lini atau stekholder yang ada di Kabupaten Nunukan.
Karena sudah terbentuk tim maka pihaknya akan melakukan pemetaan data, dimana saja balita Stunting dan berapa jumlah setelah itu pihaknya akan bersama-sama turun kelapangan.
“Kita tidak bisa mengatakan yang Stunting itu kepada anak, karena mereka tidak tiba-tiba menjadi Stunting pasti ada keterkaitan dengan keluarganya. Kita mencari tau apa penyebabnya ank itu Stunting dan apa saj faktornya,” kata dr. Evi, kepada benuanta.co.id, Sabtu (19/11/2022).
Lanjutnya, Faktor Penyebab stunting juga dipengaruhi oleh pekerjaan ibu, tinggi badan ayah, tinggi badan ibu, pendapatan, jumlah anggota rumah tangga, pola asuh, dan pemberian ASI eksklusif, selain itu stunting juga disebabkan oleh beberapa faktor lain seperti pendidikan ibu, pengetahuan ibu mengenai gizi, pemberian ASI eksklusif.
“Langkah awal kami sedang pemetaan, mengumpulkan data serta akn berkoordinasi dengan tim untuk percepatan penurunan Stunting,” jelasnya.
Kata dr. Evi, berdasarkan data yang di catatan atau yang ditangani oleh Puskesmas Sedadap hingga saat ini ada 208 anak Stunting, yang tersebar di 4 kelurahan di Kecamatan Nunukan Selatan, di Kelurahan Tanjung Harapan merupakan angka terbanyak mencapai 78 anak, sedangkan Kelurahan 49 anak, Kelurahan Nunukan Selatan 37 anak dan Kelurahan Selisun 44 anak
Terpisah, Kepala Puskesmas Binusan Senoaji Wijanarko, mengatakan angka Stunting di Desa Binusan mencapai 88 anak Stunting. Pihaknya akan melakukan edukasi tentang kesehatan kepada anaknya yang terkonfirmasi Stunting. pihaknya juga sudah lama berfokus ke calon pengantin (CATIN) bagaimana caranya mereka agar tidak menikah dibawah umur.
“Menikah dibawah umur itu berpengaruh akan terjadi bayi mereka akan lahir kecil, prematur, kadang-kadang proses persalinannya tidak bagus sehingga anaknya lahir deluan sehingga berat badannya tidak cukup,” jelasnya.
Jadi penanganan Stunting ini labih baik dari awal, mulai dari calon pengantin yang di edukasi.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







